(1 Vote)
(1 Vote)
Read 3166 times | Diposting pada

Video: Pramoedya Ananta Toer, Masa Muda, Penjara, Komunis, dan Pulau Buru

Video: Pramoedya Ananta Toer, Masa Muda, Penjara, Komunis, dan Pulau Buru selancar.in

 

"Yang harus malu itu mereka, karena mereka takut pada kerja. Kau kan kerja, kau tidak boleh malu!"

Pramoedya Ananta Toer berbicara tentang meliputi: masa mudanya; penjara selama tindakan polisi Belanda, di mana ia menulis buku pertamanya; keanggotaannya dari penulis Lekra organisasi Komunis; penjara di bawah Suharto pada tahun 1965 dan deportasi ke pulau Buru; fakta bahwa bahkan ia masih dalam daftar hitam buku di Indonesia setelah pembebasannya.

Memperingati hari lahir ke-92, Pramoedya Ananta Toer. Sastrawan terbesar Indonesia.

***

Video dalam bahasa Indonesia dan Belanda dari Cultura 24, Belanda. Diupload oleh akun Also Sprach Zarathustra tahun 2012.

 

 

Also Sprach Zarathustra
Last modified on: 6 Februari 2017

    Baca Juga

  • Bersama Hanung: Membanalkan Pram, Memproduksi Minke


     Kontroversi Bumi Manusia adalah imanen di novelnya, dan kontroversi itu harus dibunuh jika film ini mau produksi dan mau laku. Jika Anda membaca Bumi Manusia di tahun 80-90an, ketika buku…

     

  • Arwah


    Tubuh perempuan ini sekarat. Maka dengan sisa-sia kekuatan, aku memaksanya mengetik kisah ini. Aku ingin mencari tempat tinggal setelah mati. Tempat tinggal yang bukan akhirat, tapi di antara kehidupan. Tempat…

     

  • Perkenalkan. Ia Penulis.


    Perkenalkan. Ia. Seorang pria yang terobsesi. Untuk jadi penulis. Pria yang bingung. Bingung memulai tulisan. Kalimat utama sulit. Sungguh sulit. Begini aja! Eh, kayaknya enggak oke. Kalau begini? Hmm kesannya…

     

  • Sebastian Bejo yang Fenomenal


    “Malam itu, Dodit hanya membutuhkan guling, bukan agama ataupun wanita.” Begitulah ending dari cerita setebal dua ratus lima puluh halaman karya Sebastian Bejo yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan oleh orang…

     

Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni