(0 votes)
(0 votes)
Read 5154 times | Diposting pada

Children of Mercy: Kisah dan Sekeping Musik Indie

Children of Mercy: Kisah dan Sekeping Musik Indie http://www.thebeechfields.com/com/

 

Scene musik indie selalu menarik untuk ditulis dan dijadikan buku. Lebih menarik lagi bila musik indie dihadirkan sekaligus bersama buku tentang scene musik indie. Dan itulah yang dilakukan oleh Ron Trembath, seorang blogger, yang bekerja keras mewujudkan keduanya melalui proyek Children of Mercy Book and Compilation yang baru dirilis beberapa hari  lalu.


Proyek ini menjadi lebih baik lagi karena keseluruhan keuntungan dan royalti disumbangkan untuk penanggulangan penyakit Cycstic Fibrosis, penyakit paru-paru yang banyak menjangkiti anak-anak dan juga orang dewasa, melalui Cystic Fibrosis Foundation di Amerika dan Cystic Fibrosis Trust di Inggris.

Bukunya berisi kumpulan esai yang ditulis oleh mereka yang bergelut dan konsisten untuk berada pada jalur indie di berbagai tempat di dunia: musisi, produser, pemilik label dan juga wartawan. Kisah-kisah dari scene indie dalam beragam dimensi bisa ditemukan di dalamnya.

Sementara, termasuk di dalam kompilasi CD Childern of Mercy ini adalah track “Menjadi Manusia” dari album Ode Buat Kota (2010) milik Bangkutaman, band indie Indonesia.

Bila Anda berminat mendapatkan musik indah dan beramal sekaligus, bisa mengunjungi: http://www.thebeechfields.com/com/

Kami berbincang dengan Ron Trembath yang mewujudkan proyek ini. Via email. Berikut terjemahannya:

 

Apa dan siapakah Anda, Ron Trembath? Kenapa Anda melakukan ini semua? Kenapa merepotkan diri Anda sendiri dengan proyek amal ini?

Saya hanya seorang blogger biasa. Saya hidup, mencintai, dan bernafas melalui musik seperti anak saya yang keempat. Dan saya senang bisa selalu berada di samping anak itu, yang menurut saya, juga ikut memberikan kontribusi tersendiri dalam proyek ini. Saya merasa, meskipun saya belum berbuat banyak terhadap pergerakan musik independen di seluruh dunia, tapi dalam proyek ini saya dapat menulis dan mendeskripsikan bermacam hal tentang musik indie dalam sudut pandang saya. Saya senang menulis dengan kreatif, dan saya sangat mencintai musik. Saya telah menemukan media yang tepat untuk menghibur saya dalam kedua hal itu, dan saya sangat bersyukur dengan kesempatan yang saya dapat sejauh ini. Children of Mercy seperti menemukan saya dan menyalurkan hobi saya menjadi obsesi yang luar biasa.

 

Apa Anda pernah berada dalam sebuah grup musik? Dan apakah Anda juga memainkan alat musik?

Tidak. Dan tidak. Tidak sejak saya belajar memainkan lagu “Little Drummer Boy” lalu merekamnya ketika saya masih kelas empat SD, atau memainkan salah satu lagu blues dengan akustik yang tidak benar, itulah terakhir kalinya saya memainkan alat musik. Jujur saja, saya tidak tertarik sama sekali. Inilah salah satu alasan mengapa saya tidak menganggap diri saya sebagai “kritikus”. Saya sangat yakin bahwa seorang kritikus harus sedikit-banyak mengerti realita membuat musik secara benar dan jujur, dan saya tidak. Seperti saya bilang tadi, saya tidak tertarik. Saya adalah pendengar yang sangat baik saja, dan memilih menggunakan kata-kata untuk mendeskripsikan keindahan dari sesuatu yang sudah ada, daripada menciptakan sendiri.

 

Pernahkah Anda bekerjasama dengan musisi lain? Siapa?

“Bekerjasama dengan musisi” adalah pertanyaan yang tidak saya mengerti sepenuhnya. Dan bertanya “siapa” juga sedikit konyol menurut saya. Tapi jika melihat konteks proyek amal ini, saya rasa, saya mengerti maksudnya. Ada beberapa musisi yang terlibat dalam proyek Children of Mercy ini. Dan saya pernah menulis langsung untuk beberapa artisnya juga. Ada beberapa yang memang saya suka sekali, dan ada juga beberapa yang semestinya “mendapat porsi tulisan lebih banyak” dibandingkan yang lain karena kesuksesan dan prestasi yang telah dicapai. Saya mungkin menerima ucapan terima kasih langsung dari personil The Mars Volta atau Blitzen Trapper, tapi jujur saja, itu tidak serta-merta berarti lebih dari ucapan terima kasih yang saya terima dari mereka hanya memiliki saya untuk mendongkrak eksistensi karyanya. Lebih penting lagi dari semua itu, setiap artis yang terlibat dalam album kompilasi Children of Mercy, dan juga mereka yang sudah ikut menulis setiap lembar dalam buku, semuanya esensial untuk saya, dan juga sukses di mata saya. Bahkan, hingga wanita yang pernah merekam lagu dengan The Chemical Brothers itu.

 

Apa Anda memiliki tim khusus untuk proyek ini?

Saya tentu saja memiliki tim untuk proyek Children of Mercy. Tim itu tentu saja terdiri dari semua pihak yang terlibat dalam proyek ini sebagai penulis dan musisi. Proyek ini merupakan hasil kerja tim dengan beragam cara. Begitu banyak artis yang terlibat dalam Children of Mercy. Saya sampai tidak bisa berkata-kata lagi bagaimana orang-orang itu telah mendukung proyek ini selain sekadar menulis dan mendonasikan lagu.

Beberapa kontributor bahkan telah membantu dengan menggunakan siaran radio, blog, dan majalah untuk menunjukkan bahwa mereka memang niat membantu. Situs web Myspace dan Bandcamp saja dibuatkan oleh salah satu kontributor, Phil The Tremolo King. Dan istri saya yang selalu mendukung dengan membantu menggandakan CD promo, serta memahami situasi jika saya sudah menghabiskan berjam-jam di depan laptop untuk membuat semua hal ini terjadi.

 

Jadi Anda memiliki dua proyek besar, buku dan album kompilasi. Apa Anda memang sudah mengenal semua penulis dan musisi itu sebelumnya?

Saya tahu cukup banyak kontributor sebelum merencanakan proyek ini. Tapi kebanyakan dari mereka saya tahu dari orang lain juga. Saya memang harus berterima kasih banyak kepada Christopher B. dari Series II Records. Ia hanya melayangkan sebuah pesan sederhana di Myspace, dan kemudian ia kembali dengan banyak sekali orang-orang hebat yang datang bukan hanya sebagai rekan atau kolega, tapi juga sebagai teman. Saya bisa saja bercerita lebih banyak tentang mereka, yang sudah memberi kontribusi baik untuk buku maupun album kompilasi.

Robin Grey, Thom Carter, Mark Palumbo (dari Westfold) telah menjadi bagian dari pekerjaan reguler saya sebagai blogger musik dari awal. Lalu Dan Abbot, dari Bobby Joe Ebola and The Children Macnuggits, yang sebenarnya adalah pahlawan masa kecil saya! Saya tidak percaya beliau mau terlibat dalam proyek ini.

Dan tentu saja, Anna Lynne Williams yang benar-benar mengejutkan dengan rasa tertariknya yang luar biasa terhadap proyek ini. Saya selalu mengikuti karya-karya solonya dan juga lagu-lagunya dengan Trespassers William. Maksud saya, ia memiliki rekaman yang luar biasa hasil kerjasamanya dengan The Chemical Brothers. Dia cukup menonjol sebagai artis indie. Seperti saya bilang tadi, masing-masing kontributor memiliki kisahnya, dan mereka semua sungguh menakjubkan. Saya mungkin saja menulis buku tentang masing-masing dari mereka. Hmmm, mungkin saja!

 

Tentang apa buku itu? Apa ada hubungannya dengan album kompilasi Children of Mercy?

Buku itu berisi everything dan nothing secara bersamaan. Sebuah koleksi esai yang ditulis oleh seniman dari berbagai spektrum musik independen di seluruh dunia, seperti artis, penulis, DJ, promotor, penggemar berat yang peduli dengan musik indie beserta pergerakannya. Banyak tulisan hebat dan berharga yang disumbangkan, dan beberapa cerita luar biasa lainnya. Apakah album kompilasi itu berhubungan dengan isi buku…Saya akan melewatkan semua jawaban filosofisnya dan cukup berkata, ya. Semua hal pasti berhubungan. Dan kisah-kisah yang dilagukan dalam album kompilasi itu sama halnya yang ditulis dalam buku. Cinta, kehilangan, harapan, kekecewaan, dan kebahagiaan.

 

Anda melakukan sesuatu yang fenomenal dalam proyek ini. Bagaimana Anda akan mengembalikan semua itu kepada mereka yang membantu Anda…penulis, musisi, anak-anak, organisasi, dan, tentu saja, Anda sendiri? Harus sama-sama menguntungkan, bukan?

Pastinya ada banyak sekali hal yang harus dikembalikan. Bagaimana saya melakukannya? Mungkin yang paling jelas dan pasti adalah memberi uang hasil keuntungan dari proyek ini kepada yayasan. Uang membuat dunia tetap berputar, tapi juga membantu beberapa kelompok manusia untuk tetap bergerak pada “jalurnya”. Untuk para penulis, musisi, dan saya…saya hanya bisa berharap kita semua memiliki suara hati yang mulia untuk memahami apa yang kita lakukan sebagai perbuatan amal.

Selain itu, semua ini akan membantu banyak anak, bahkan orang dewasa, yang masih berjuang sangat keras menjadi seniman dengan kelaparan. Tapi dalam paradigma realistis, semua penulis atau musisi menerima kompensasi yang cukup melalui pengakuan dan promosi dari berbagai pihak. Dan saya akhirnya memiliki sesuatu yang bisa dipublikasikan dengan nama saya di atasnya. Tapi sekali lagi, tujuan utama dari semua tindakan dan keputusan ini harus diutamakan dulu. Jika kita sudah kehilangan tujuan itu, kita mungkin akan berisiko menjadi lebih seperti Dandy Warhols daripada Brian Jonestown (maaf untuk penggunaan referensi dari film dokumenter DIG! yang saya gunakan, tapi masuk akal, bukan?)

 

Kenapa Anda memutuskan untuk menolong anak-anak penderita Fibrosis Sistik? Ada pengalaman pribadi yang bisa Anda bagikan?

Tidak ada pengalaman pribadi yang berhubungan langsung dengan saya. Ide dasar untuk membuat buku sebagai tindakan amal itu justru lebih bersifat teknis. Saya mencintai filantropis, tapi saya tidak memiliki koneksi dengan organisasi atau pergerakan yang berhubungan dengan hal itu. Sampai akhirnya salah satu kontributor, Ola Nyberg di Swedia, bercerita tentang anaknya, Gordon, yang masih berusia dua tahun dan menderita Fibrosis Sistik. Saya langsung tergugah sejak saat itu. Setelah saya mengenal lebih jauh Ola dan istrinnya, Colleen, yang sudah menulis prakata luar biasa tentang Fibrosis Sistik dalam buku, saya sekarang mengerti bahwa setiap saya melihat foto si kecil Gordon, saya sudah membuat pilihan yang benar.

 

Bagaimana orang-orang di belahan bumi lain bisa membeli produk dari proyek ini? Pastinya, buat mereka yang tinggal di negara dunia ketiga…

Kemampuan Internet itu sungguh menakjubkan dan luar biasa. Bahkan di negara-negara dunia ketiga, situs web seperti Amazon.com pasti selalu bisa menyediakan produk ini. Di era self-publishing seperti saat ini, menjual produkmu di Amazon adalah cara terbaik untuk menarik perhatian 6 miliar orang yang hidup di atas planet ini! Dan tentu saja, dibantu dengan beragam media sosial. Saya mencoba untuk menjaga semuanya tetap personal jika sudah menyangkut Facebook dan Myspace. Saya ingin orang merasa bahwa meskipun mereka hanya membeli bukunya saja, mereka juga menjadi bagian dari sesuatu yang penting, dan merasa bangga karena menjadi bagian dari suatu yang indah.

 

Terakhir, apakah Anda mendapati sesuatu yang salah dengan musik indie saat ini?

Ada banyak hal luar biasa tentang musik independen belakangan ini. Ranah musik independen telah terbuka lebar, bahkan lebih lebar dari selangkangan Madonna di awal tahun 90-an, dengan Internet, kecanggihan teknologi DIY, koneksi yang lebih baik antarkomunitas, dan lain-lain. Semua menjadi lebih mudah untuk berinteraksi dan mencapai tujuan. Tapi, saya yakin masalah-masalah baru pasti ada saja.

Last modified on: 6 November 2013
Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni