(5 votes)
(5 votes)
Read 9390 times | Diposting pada

Lima Album Indonesia Terburuk 2010

 

Di penghujung tahun seperti ini, biasanya  ada pekerjaan berat yang selalu menanti. Bagi para pegawai perusahaan, laporan akhir tahun siap menguras fisik dan mental. Bagi para pekerja media, akan ada laporan khusus yang membahas kejadian selama setahun. Dan pekerjaan berat bagi saya adalah menyusun lima album Indonesia terburuk 2010.


Kenapa berat? Saya harus menyeleksi puluhan -- atau bahkan ratusan, saya masih belum tahu seberapa kuat daya tahan saya-- band yang rata-rata keburukannya hampir seimbang, sederajat. Untungnya media hari ini sering memutar lagu-lagu mereka. Jadi siapa yang paling sering muncul --baik di TV atau radio-- mempunyai kesempatan besar untuk masuk nominasi.

Saya harus mendengarkan lagu-lagu band yang dicap buruk ini. Itu berarti teror berkepanjangan. Bagaimana tidak, saya harus menghadapi rengekan menyedihkan, ratapan memilukan, rayuan dan gombalan kelas sayur, hingga rintihan memiriskan yang bisa membuat saya menderita hipertensi secara mendadak.

Teror itu belum berhenti sampai di situ. Gara-gara terlalu sering mendengarkan lagu-lagu itu, reff yang biasanya catchy itu menempel di telinga. Lantas, alam bawah sadar akan menstimulasi otak, dan otak akan menyuruh saya untuk menyenandungkan lagu-lagu tersebut. Ini yang bahaya. Maka saya harus berjuang sekuat tenaga untuk tidak mengikuti stimulan yang diberikan oleh alam bawah sadar itu.

Ditambah lagi, resiko menuliskan album terburuk seperti ini akan membuat saya mendapat banyak musuh. Itulah kenapa para kritikus musik bermulut nyinyir selalu mempunyai banyak musuh. Karena tidak semua orang suka dikritik, dan tidak semua orang suka membaca kritik.

Tapi saya menulis daftar ini  bukan sebagai kritikus musik. Saya sama sekali tidak punya kapasitas untuk bisa disebut sebagai pengamat, apalagi kritikus musik. Saya hanya menempatkan diri sebagai penikmat musik, yang mana kenikmatan saya mendengarkan musik terganggu dengan band-band yang entah kenapa masih saja mau mengeluarkan album-album macam ini.

Baginda - Hidupku Ingin Ku Akhiri

Mungkin Kurt Cobain akan bunuh diri untuk kedua kalinya ketika tahu kalimat legendarisnya yang kaya akan makna eksistensialisme dijadikan judul album sebuah band aneh dengan judul album yang jauh lebih aneh.

Kurt Cobain pernah berkata "I hate myself, and I want to die" sebagai metafora bahwa dia benci hidupnya yang berubah drastis dan terlalu mendadak. Tak dinyana, kalimat itu dialih bahasakan dengan sangat kurang ajar ke dalam lagu hopeless seperti "Hidupku Ingin Ku Akhiri" oleh Baginda Band.

Baginda Band sendiri berbeda dengan D’Bagindas, yang sebenarnya mempunyai album yang sama buruknya. Entah kenapa ada dua band yang berbeda tapi memiliki nama yang hampir sama. Saya pastikan mereka tak pernah membuka KBBI untuk mengetahui stok kata lain dalam Bahasa Indonesia yang bagus untuk dijadikan nama band.

Saya tak mengerti apa yang ada di pikiran oleh para personil band ini yang dengan tega menciptakan lagu-lagu dengan judul yang miskin segi artistik. Simak saja lagu macam “Cinta Ditolak Dukun Bertindak”, lagu bernuansa nu-metal dengan judul yang mungkin diambil dari coretan di bak belakang truk Pantura. Atau penghamburan kata cinta di lagu “Dewa Cinta”, “Yang Penting Aku Cinta Kamu”, atau “Biarkan Cinta Berkata”.

Untuk melengkapi keyakinan saya akan buruknya album ini, maka saya rela mengunduh satu album penuh. Dan saya sangat menyesali kapasitas download saya yang terbuang sia-sia.

Asbak Band - Bila

Tahun 2008 band ini merilis album perdana mereka yang bertajuk Membuatmu Cinta Padaku. Saya pikir tahun 2010 mereka bertobat dan mengganti nama band mereka dengan nama yang lebih baik. Ternyata saya salah besar. Mereka merilis album kedua bertajuk Bila. Saya pikir, sebelum membuat album, mereka sebaiknya harus berpikir keras untuk mencari nama band yang baru.

Lagu di album kedua ini berisi lagu-lagu tak ada bedanya dengan milyaran lagu cinta menye-menye yang bertebaran dimana-mana. Simak saja lagu "Cara Mencintaiku" yang liriknya berbunyi “terlalu besar cintaku kepadamu// hingga ku tak tahu betapa bodohnya aku// kau cintai aku dengan caramu// mungkin kau tak tahu betapa sakitnya aku u u.

 

 

Ungu – 1000 Kisah Satu Hati

Ada banyak pertimbangan kenapa album terbaru Ungu ini dimasukkan dalam daftar lima album terburuk 2010. Yang pertama adalah mereka stagnan, atau lebih buruk lagi, menurun. Yang paling kentara tentu tema yang dibawa. Masih berkisar tentang cinta, lain tidak.

Yang kedua, Ungu tak berani keluar dari zona nyaman. Sebagai band “senior”, mereka sudah seharusnya berani mengeksplor tema lain selain cinta. Dengan fan base yang besar, memasukkan tema apapun ke dalam lagu, fans mereka akan menerimanya. Di album ini sebenarnya Ungu berani memasukkan unsur baru seperti reggae dan pop jazz, namun tetap dengan tema yang sama. Dengan kata lain, monoton.

Yang ketiga, lirik berisi kalimat-kalimat picisan yang banyak dipakai oleh band-band baru yang membacot soal cinta. Simak saja lagu “Percaya Padaku” yang liriknya berbunyi: aku tak tahu apa yang kurasakan// dalam hatiku saat pertama kulihat dirimu, melihatmu// seluruh tubuhku terpaku dan membisu// detak jantungku berdetak tak menentu// sepertinya aku tak ingin berlalu.

 

D’Bagindas – C.I.N.T.A

Menyingkat sesuatu adalah salah satu cara agar kalimat menjadi lebih ringkas. Simak saja The S.I.G.I.T yang merupakan singkatan dari Super Insurgent Group of Intemperate Talent. Singkat, padat, dan keren.

Tapi C.I.N.T.A adalah cinta, tak ada maksud lain. Dan itulah tema yang dibawa oleh band beranggotakan empat orang ini. Kalau saja Erich Fromm mendengar lagu-lagu dari band ini, dia akan merombak semua definisi dan teori tentang cinta yang telah ia bukukan.

Cinta versi D’Bagindas adalah cinta yang mendayu-dayu, meratap, menunggu, dan pasrah walau disakiti. Simak saja lagu-lagu seperti C.I.N.T.A (sial, saya selalu kerepotan menuliskan titik setelah huruf, merepotkan saja) yang liriknya merupakan perpaduan antara ratapan dan kesabaran (atau kebodohan?) ”Luka, luka, luka yang kurasakan// bertubi, tubi, tubi engkau berikan// cinta ku bertepuk sebelah tangan//tapi aku balas senyum keindahan.

Atau lagu para pria mupeng berjudul “Apa Yang Terjadi” yang liriknya Mengapa kau tak mau genggam tanganku/Mengapa kau tak mau cium pipiku/Biasanya kalau kau bertemu aku/Cium pipi kanan dan pipi kiriku.

Yang paling mengganggu, sang vokalis meniru suara Ariel Peterpan. Simak saja gaya bernyanyinya, hingga gerakan mulutnya, semua terasa seperti Ariel wannabe. Menyedihkan.

Emily – Emily

Aduh, apa pula ini? Saya merasa ditipu mentah-mentah. Intro lagu berjudul Emily ini begitu menghentak. Rock! Pikir saya waktu itu. Hingga suara sang vokalis masuk dan mulai bernyanyi

 

Pesona dirimu seolah menggodaku

Gemulai tubuhmu membius diriku

Kau tancapkan aku panah-panah asmaramu

Berhayal ku masuk dalam alam cintamu

Oo.. Emily

Oo.. Emily

It's my name

Sayang..

Hanya engkaulah yang ku sayang

Membuat hatiku pun berdendang

Oh sayang..

 

Oke, saya sudahi daftar Lima Album Indonesia Terburuk 2010 ini. Daya tahan saya sudah habis!

 

Honorable Mention:

Selain 5 album diatas, ternyata masih ada puluhan atau bahkan ratusan album Indonesia yang mengenaskan. Sebut saja album Melinda (Cinta Satu Malam), Selonsky (100% Gengsi), TRIAD (The Rock Indonesia Ahmad Dhani), DENARSIS (DeNarsiss), hingga single dari beberapa band yang sudah diluncurkan seperti Coolkhas (Hati-hati Denganku), Kangen Band (Jangan Bertengkar Lagi) dan ST 12 (Aku Terjatuh) serta SM*SH.

 

TULISAN TERKAIT:

Sekali Lagi, Edisi Khusus Akhir Tahun

Last modified on: 10 Desember 2013
Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni