Kanal Resensi Buku
21 Januari 2017 — Buku kumpulan tulisan Herry Sutresna ini sepintas kelihatan kurang solid. Meski semua tentang musik, isinya campur aduk membahas banyak hal. Buku ini tidak seperti kopi espresso single origin dengan kepekatan tertentu. Ia lebih seperti cappucinno yang cukup ringan, tapi menawarkan…

Fugui

Oleh: | 903 times  Resensi Buku
29 November 2016 — “Manusia itu asalkan gembira, hidup miskin pun tak akan takut,” kata ibu Fugui. Fugui adalah tokoh utama dalam novel To Live yang ditulis oleh Yu Hua, pengarang asal Tiongkok. Pada mulanya Fugui hidup bahagia dan bersenang-senang. Ia berasal dari keluarga…
9 Juni 2016 — Di dalam buku, peran Mohammad Hatta sebagai seorang bapak dihidupkan kembali dengan memori. Menulis kembali sosok bapak adalah bentuk penghormatan seorang anak. Rumah membentuk biografi keluarga, menjadi saksi bisu pengasihan, pengasahan, dan pengasuhan anak-anak. Tempat penuh makna demi menadah bekal…
Jalan Lain ke Yang-Liyan: Ruang Gelap dan Suara Kertak Gigi - 5.0 out of 5 based on 2 votes
1 Juni 2016 — “Pulanglah. Toni jangan takut, nanti Mami temani ke Dokter Fani,”–seolah Aku hanya bisa menyukai laki-laki adalah gejala diare.(‘Aubade’) Dalam puisi orang bisa tak peduli, tapi sekaligus peduli. Tak peduli pada apa pun, tetapi sekaligus amat peduli (pada diri sendiri). Orang…
24 Mei 2016 — Judul: Si Janggut Mengencingi Herucakra: Kumpulan CeritaPengarang: A.S. LaksanaCetakan: Oktober 2015Tebal: 133 hlmPenerbit: Marjin Kiri
17 Mei 2016 — Jumat 25 Maret 2016, bersamaan dengan penayangan serentak film Hatıraların Masumiyeti (Kepolosan Kenangan) di kota-kota besar Turki, buku dengan judul yang sama berisikan skenario, esai-esai pendek hal-ihwal Museum Kepolosan (The Museum of Innocence/Masumiyet Müzesi) dan obrolan Orhan Pamuk dengan sutradara…
18 April 2016 — Saya selalu membayangkan Yusi Avianto Pareanom sebagai orang yang tak tergesa-gesa. Buku fiksi pertamanya, kumpulan cerpen Rumah Kopi Singa Tertawa, terbit tahun 2011 saat ia bukan lagi seorang pemuda. Saya tahu soal buku itu dari kicauan seorang teman di Twitter…
Hallyu, Gelombang Kemarahan Masa Depan - 4.7 out of 5 based on 3 votes
20 Maret 2016 — Judul : Korean Cool: Strategi Inovatif di Balik Ledakan Budaya Pop Korea Penulis : Euny Hong Penerbit : Bentang Tahun : Januari 2016 "Selamat datang di Korea. Selamat datang di masa depan." (hal. xix) TAHUN 1970-AN, pemerintah Korea Selatan (selanjutnya…
“Dari Twitwar ke Twitwar” dan Afirmasi Keberpihakan - 4.0 out of 5 based on 4 votes
3 Februari 2016 — Sebuah buku bagus lahir dari rahim penulis muda Arman Dhani pada 2015 lalu. Judulnya mencengangkan, “Dari Twitwar ke Twitwar”. Bahwasanya sang penulis merupakan seorang selebtwit, seperti didaku dalam cover belakang buku, merupakan kepastian. Namun isi buku ini sungguh lebih tajam…