(1 Vote)
(1 Vote)
Read 1782 times | Diposting pada

Lagu Baru Monkey to Millionaire Buat Orang-Orang Bebal

Lagu Baru Monkey to Millionaire Buat Orang-Orang Bebal Monkey to Millionaire Management

 

Besok Pilkada DKI Jakarta dan beberapa minggu ini hampir semua orang baik di Jakarta dan di luar Jakarta tertular penyakit bernama BEBAL. Yang kelas menengah sekuler bebal bahwa pembangunan membawa kesejahteraan untuk semua padahal jelas-jelas di depan mata mereka, atau paling tidak di dalam timeline, sebelum isu penistaan agama atas gubernur mereka berhembus, banyak orang menangis dan berteriak-teriak dihardik Satpol PP, dipukuli polisi, meraung karena rumah puluhan tahun harus dihancurkan tanpa tedeng aling-aling apalagi negosiasi dua arah, bingung karena dipindahkan ke rusun dan menjadi pengangguran yang menunggu waktu untuk ditagih bayaran sewa. Memang, seperti kata Foucault, kekerasan atas nama rakyat adalah kekerasan yang terlegitimasi. Dan Zygmunt Bauman benar ketika ia bilang, kekerasan terlegitimasi negara macam itu (dari penggusuran, gentrifikasi, sampai genosida), adalah logika gelap modernitas. Di sinilah kaum terdidik jadi bebal.

Sementara itu, di seberangnya adalah kaum yang sudah terbiasa bebal karena kebebalan adalah berkah di dalam hidup yang sulit, karena terbiasa, meminjam frasa Geger Riyanto, Garang di Jalanan, Gagal di Kehidupan. Biasanya diam tidak melawan karena merasa sendirian, tapi begitu bergerombol mereka mulai menggerogoti sendi-sendi kebangsaan seperti rayap di musim penghujan. Pergilah ke demonstrasi tiga-angka, tanyakan orang-orang apa mereka perduli pada penggusuran, pada ketidakadilan sosial, pada konstitusi demokrasi yang dilanggar gubernur itu ketika ia melangkahi banyak sekali kontrol kuasa dari DPRD sampai negosiasi pada suara marginal. Dan Anda akan menemukan jawaban macam, "Itu masalah lain, kami di sini karena agama kami dinistakan dan ulama kami dihina." Jika kelompok Bebal pertama, mulai berargumen dengan kelompok Bebal kedua, maka seperti kata Sondre Lerche, kita akan menemukan Monolog Dua Arah. Kalau Anda salah makan dan ingin memuntahkan isi perut, sebulan belakangan ini Anda tinggal buka timeline di sosial media dan dengan mudah Anda akan terjepit dua kebebalan macam itu, dan ember muntah Anda bisa penuh. 

Di sinilah single baru Monkey to Millionaire merasuk menemukan maknanya. Kebebalan adalah sebuah penyakit menular, ketika orang yang biasanya tidak terdengar dan tidak mendengar, terpisah oleh jurang kelas dan ekonomi, tiba-tiba harus berhadapan dengan satu sama lain. Berhadapan dengan lawan yang merefleksikan ketakutan-ketakutan terdalam mereka: kaum bebal pertama takut pada agama dan aturan saklek; kaum bebal kedua takut pada kebebasan, hedonisme dan dosa. Mereka berdiri berhadapan dengan wajah masing-masing, berusaha terdengar tanpa mau mendengar. Mereka menjadi Precariat (orang-orang yang berjalan di atas pasir), karena di dalam alam bawah sadar mereka, ada keinginan untuk jadi satu sama lain, dan nasib sesungguhnya bisa berubah kapan saja seperti anak-anak band indie yang menjelma menjadi kiai. Kelompok Bebal satu terkadang ingin hidup terstruktur, konservatif dalam penuh spiritualitas tertuntun; dan kelompok bebal dua berusaha menekan keinginan untuk jadi pendosa. 

Lagu berikut diambil dari album baru Monkey to Millionaire, "Tanpa Koma," yang akan dirilis akhir Februari ini oleh Binatang Records. Siapa sangka band penutur lagu manis semacam Strange is The Song in Our Conversation bisa sekencang dan sepolitis ini--melihat konteks waktu ketika single ini dirilis. 

 

Last modified on: 14 Februari 2017

    Baca Juga

  • Hip Hok


    As a child growing up in Indonesia, a globally connected country, I was fascinated by hip-hop culture. I was introduced to rap music through a Christian rapper named William “Duce”…

     

  • DK1 yang Menggoyahkan Iman: Kata Mereka Soal Ahok


    Kita sudah mendengar Agus, Anies, dan Ahok dalam kampanye dan debat. Kita sudah juga mendengar Habib Rizieq. Kita sudah mendengar Firza. Kita pun sudah mendengar teriakan ratusan ribu bahkan jutaan…

     

  • Politickle: Antara Trump & Rizieq


    Secara global, salah satu ketakutan terbesar adalah bangkitnya kembali fasisme, rasisme, primordialisme dan chauvinisme di dunia. Menjadi fasis, rasis, primordial, dan chauvinis, bagi siapapun yang dididik etika moral dasar, jelas…

     

  • Refleksi Keberadaan Teman Ahok: Membangun Kembali Gerakan Ekstraparlementer


    Suka atau tidak suka dan sepakat atau tidak sepakat, kegiatan politik yang dilakukan oleh Teman Ahok menjelang Pilkada DKI Jakarta, merupakan sebuah pernyataan tersirat bahwasannya arena pemilihan umum kepala daerah,…

     

Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni