(3 votes)
(3 votes)
Read 2279 times | Diposting pada

Judge Albums (Reissue) by Their Covers

Judge Albums (Reissue) by Their Covers amazon.com

 

Sebuah album--yang baik dan layak tentunya--bukan hanya berisi lagu-lagu serta bebunyian yang tertata dengan baik melalui proses perekaman di panggung atau studio. Tidak kalah penting adalah proses yang melibatkan studio yang lain. Studio milik para pelukis, desainer grafis dan editor yang bekerja keras untuk memberi kemasan pada produk budaya massal tersebut. Dalam bentuknya yang paling baik album musik adalah gabungan antara seni musik dan seni rupa di mana puncak kebudayaannya bisa kita temukan dalam produk semacam Unknown Pleasure, Dark Side of The Moon atau The Velvet Underground and Nico.

Penggabungan secara maksimal antara musik dan seni rupa ini sering terjadi terutama untuk proyek album reissue di mana karena musik dari album lama sudah sangat akrab untuk semua, fokus kemudian dialihkan kepada upaya untuk menciptakan cover art dan pengemasan yang lebih istimewa. Di bawah ini adalah pengemasan sebuah album musik--album baru maupun reissue--yang begitu istimewa dalam satu atau dua tahun terakhir. Sekali lagi ini bukan daftar yang komprehensif, karena kami hanya menilai rilis baru dan rilis ulang yang telah dan akan masuk ke perpustakaan kami.

Mellon Collie and the Infinite Sadness: vinyl reissue

Rilis ulang ini sesungguhnya adalah alasan kenapa tulisan ini kami buat. Dua minggu lalu kami menerima kiriman paket deluxe reissue album paling penuh petualangan Smashing Pumpkins ini. Jangan tanya soal harga, pokoknya lebih dari cukup untuk membayar uang muka kredit iPhone 4S--dan hanya bisa dibeli dari amazon.com atau website The Smashing Pumpkins. Perlu dua tangan untuk mengangkat kotak besar yang berisi empat plat, sebuah casing tebal dan dua booklet ukuran jumbo dari album dengan musik di delapan sisi yang diolah ulang oleh Stan Getz ini. Dan bahkan jika anda bukan fans Smashing Pumpkins atau vinyl fetish, anda tetap akan bisa menikmati gambar, foto dan permainan desain grafis kelas dunia yang tersaji penuh di dua booklet tersebut. Empat vinyl album ini dibungkus dengan slipcase yang bergambar ilustrasi buku anak-anak yang sebelumnya hanya anda nikmati versi miniatur-nya di CD atau kaset. Yang paling menarik tentu saja adalah testimonial Billy Corgan untuk semua track di album ini, prosa yang penuh warna melankolia.

The xx

Album pertama The xx ini adalah contoh sempurna penggabungan seni musik dan seni desain grafis. Musik berhasil diterjemahkan ke dalam artwork yang sangat sesuai. Sama seperti musiknya, art work untuk album ini sangat minimalis, terutama untuk jacket albumnya. Hanya ada huruf X di sampul depan dan belakang, namun yang istimewa adalah huruf berwarna putih itu di dapat dengan memotong kertas sampul sehingga membentuk huruf yang diinginkan dengan warna huruf didapat dari kertas pembungkus piringan hitamnya. Untuk membuatnya semakin gelap dan misterius tidak ada huruf apapun yang di cetak di sekujur jacket album ini.

Prasasti

Jika banyak band hanya ingin menjadi retro, Zoo ingin kembali ke zaman batu, literally. Well, paling tidak ke zaman di mana batu masih dipakai sebagai alat komunikasi tertulis dalam bentuk prasasti atau kertas masih berujud pelepah pohon, semua bahan yang kemudian menjadi elemen dasar kemasan album lintas genre ini. Desainer album ini bahkan perlu menciptakan tipografi baru untuk semakin menimbulkan efek dunia yang hilang bagi album ini. Dan jika album ini akan sulit masuk ke rak musik koleksi anda, akan sangat tepat jika anda menyimpannya di lemari batu berharga atau kotak keris anda.

Dopesmoker

Dalam sebuah proyek reissue, apa yang mau anda jual jika yang hendak diperkenalkan ulang adalah album satu track berisi gemuruh gitar nada rendah dengan vokal lebih rendah lagi sepanjang hampir 70 menit. Solusinya adalah dengan menyewa ilustrator legendaris yang sudah banyak mendefinisikan ikonografi sebuah subgenre musik. Untuk proyek reissue album legendaris Sleep Dopesmoker (nama band yang disebut pertama), label Southern Lord menyewa ilustrator Arik Roper untuk menerjemahkan ulang visual perjalanan epic orang-orang Weedian yang tidak terlalu berhasil dilakukan di rilis-rilis sebelumnya. Roper berhasil mengekseskusi secara fantastis dengan menggambar lansekap alien berpasirmerah dan memiliki banyak bulan untuk memberi latar untuk perjalanan para Weedian menuju Nazareth, lengkap dengan bong yang menempel di wajah, tidak henti-hentinya memberi asupan halusinogen.

'Allelujah! Don't Bend! Ascend!

Bagi anda yang membeli rilis ini dalam format CD atau digital, anda tentu tidak akan bisa mengapresiasi keberhasilan Godspeed You! Black Emperor dalam menciptakan ikon baru yang menjadi totem album ini. Bangunan kubus satu pintu tersebut menjadi sangat misterius karena efek grainy dari apa yang dipermukaan nampak seperti pikselisasi yang gagal. Artwork versi CD nampak tidak memiliki resolusi cukup tinggi sehingga pecah ketika di blow up untuk sampul edisi vinyl. Namun dalam kasus GY!BE, semua dilakukan dengan presisi tinggi, sehingga anda akan mendapat imaji yang berbeda setiap kali memandang sampul ini dari jarak yang berbeda.

Honorable mentions:

Godzkilla Necronometry

Akhir bulan ini akan dirilis dua album dari proyek reissue yang sudah lama dikerjakan. Yang  pertama adalah EP pertama Homicide yang legendaris itu. Musiknya sudah tidak bisa diragukan lagi. Yang akan menjadi istimewa adalah cover art yang diselesaikan hampir setengah tahun, dilukis dengan tangan manusia oleh Riyandi di atas kanvas ukuran besar 1,5 x 1,5 meter, dan versi miniaturnya-lah yang akan segera bisa anda nikmati akhir bulan ini-jika anda masih kebagian edisi terbatas vinyl album ini.

The Osaka Journals

Satu lagi rilis ulang vinyl akhir bulan ini adalah album underrated dari Sajama Cut The Osaka Journals. Sampul dan insert baru album ini dikerjakan selama hampir 5 bulan oleh desainer grafis dari firma desain Table Six, Fandy Susanto. Lansekap kota Osaka di waktu pagi yang dipakai sebagai sampul secara tidak sengaja memiliki semangat dengan sampul rilis baru Vampire Weekend Modern Vampires of the City, helicopter view kota New York yang dipenuhi smog tahun 1960-an dengan gedung tinggi dikejauhan. Secara tidak sengaja juga teknik pikselisasi yang dipakai sebangun dengan apa yang dilakukan GBYE di 'Allelujah, hanya sedikit lebih rapat. The cover alone is worth the admission price.

Last modified on: 5 November 2013
Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni