(0 votes)
(0 votes)
Read 1527 times | Diposting pada

Sepuluh Track Pesakitan ala Cerebral Edema

Artwork oleh Timbul Cahyono Artwork oleh Timbul Cahyono

 

Datang dari rimbunnya hutan Kalimantan dan kilauan batu mulia kota Martapura, Kalimantan Selatan, seorang PNS tampan memberi angin segar bagi scene musik di Kalimantan. CEREBRAL EDEMA di album yang ketiga ini bekerjasama dengan Sadist Records menyuguhkan 10 track pesakitan.


Riff-riff sakit ala Devourment serta Disgorge di ramu yang kemudian di tambahkan pesona Brodequin yang ganas serta buas. Lirik lirik psychopath serta sakit di rasa benar benar akan membuat telinga menjadi benar benar tuli. “Kami ingin menulis musik yang benar benar total brutal namun tetap memberikan part groovy di beberapa aransement music kami,” ungkap Hasbi.

Resmi terbentuk sejak tahun 2014, setahun kemudian sempat merilis debut album bertajuk “ Good Guys Don't Play Gore n Roll” yang dirilis sendiri secara terbatas 50 copy tanggal 3 April 2015. Dan di tahun yang sama pula merilis EP berisikan 4 track bertajuk Surgical Human Flesh” dan dirilis secara terbatas pula. Pada Janurai 2016, kembali merilis album kedua bertajuk “Corpse Eaters” oleh Lokanada Records.

Sesi rekaman album ketiga “Torture and Dismemberment” dilakukan dari bulan September hingga desember 2016, pada kesempatan ini ada beberapa musisi cadas nasional yang turut andil dalam penggarapan album ini. Seperti Nyoman Sastrawan dan Ardian Woodman keduanya dari Devoured, death metal band dari Jogjakarta. Yan dari Balliziah berperan sebagai pengisi drum di sesi rekaman ini. Serta Henri Saputra dari Infeksi. Penggarapan cover CD album ini oleh sang maestro Timbul Cahyono. Lalu di poles menawan oleh Rony dari Reject Art.

Tepatnya tanggal 2 Februari 2017 mendatang, CEREBRAL EDEMA merilis album ketiganya via label independen Sadist Records, berisi 10 tracks brutal groovy death metal yang siap memotong telinga siapapun yang berada dalam jalurnya. 

Direkomendasikan penuh!

Last modified on: 26 Januari 2017
Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni