(0 votes)
(0 votes)
Read 1282 times | Diposting pada

Pameran Lab Laba-Laba Siap Digelar Tiap Akhir Pekan Mulai 4 April 2015

 

Pameran Lab Laba-Laba siap digelar setiap akhir pekan mulai 4 April 2015 sampai 26 April 2015 mendatang di Perum Produksi Film Negara (PFN), Jakarta. Gelaran ini selain menghadirkan pameran, menampilkan juga workshop seluloid, diskusi, tur laboratorium, dan pentas musik yang dimaksudkan untuk mengajak kawan-kawan semua untuk bermain dan berkenalan kembali dengan seluloid.

Nantinya akan ada sebelas karya dari dua belas seniman yang akan di pamerkan diantaranya adalah Edwin, Tumpal Tampubolon, Anggun Priambodo, Dyantini Adeline, Yovista Ahtajida, Rizki Lazuardi, Fransiskus Adi Pramono, Ruddy Hatumena, Luftan Nur Rochman, Ari Dina Krestiawan, Anton Ismael, dan MG Pringgotono. Semuanya akan mengkaryakan seluloid dalam beragam bentuk—rekaman audiovisual, animasi serta instalasi.

Pameran Lab Laba-Laba adalah wujud dari hasil berproses Lab Laba-Laba selama setahun lebih di PFN. Hampir setiap minggu, sekumpulan anak muda ini memberdayakan kembali laboratorium di gedung bersejarah itu: bereksperimen dengan perangkat analog film, merumuskan larutan kimia untuk memproses pita seluloid, mendata materi audiovisual koleksi PFN, membersihkannya satu per satu, dan pada akhirnya mengkaryakan pengalaman mereka bermain dengan seluloid selama setahun lebih. Tidak semua anggota Lab Laba-Laba pekerja atau pegiat film, tidak semua juga berlatarbelakang pendidikan teknik kimia. ujar salah satu perwakilan Lab Laba-Laba.

Melengkapi semua itu ada pula sajian kuliner dari Warung Pa'e serta sajian musik hasil kurasi Pepaya Records yaitu: Mondo Gascaro, Adrian Adioetomo, Glovvess, Crayola Eyes, Neowax, Napolleon, Alahad Lbn, Radioage, Kracoon, Animalism, MMS, Future Collective, dan Bin Idris.

Pameran Lab Laba-Laba sendiri merupakan bagian dari program Mengalami Kemanusiaan, yang dibuka dengan acara FILM MUSIK MAKAN pada 21 Maret lalu di GoetheHaus Jakarta. Selama bulan April juga, bersamaan dengan pameran ini, ada program pemutaran #KOLEKTIFJAKARTA di Kineforum DKJ, Taman Ismail Marzuki. Diputar tiga film pendek terbaru babibutafilm hasil kolaborasi dengan Hivos Institute: The Fox Exploits the Tiger's Might karya Lucky Kuswandi, Kisah Cinta yang Asu karya Yosep Anggi Noen, dan Sendiri Diana Sendiri karya Kamila Andini. Ada juga film-film Indonesia kontemporer macam Siti karya Eddie Cahyono dan Tabula Rasa karya Adriyanto Dewo, serta film klasik macam Istana Kecantikan karya Wahyu Sihombing dan Suci Sang Primadona karya Arifin C Noer.

Last modified on: 9 April 2015

    Baca Juga

  • MARLINA: Penggal Kepala, Harga Yang Layak Untuk Pemerkosa


    [Spoiler Alert] Entah sebuah kebetulan atau semesta memang sudah membuatnya demikian. Saat isu mengenai kesetaraan gender sedang marak dibicarakan, film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak langsung merebut panggung dan…

     

  • Gado-gado Rasa Banda


    Selalu ada yang pertama untuk setiap hal. Termasuk tertidur di tengah-tengah film saat di dalam bioskop. Pengalaman itulah yang saya alami ketika menonton Banda The Dark Forgotten Trail karya sutradara…

     

  • Video: Stranger Things dalam 8-bit


    Amerika menjadi negara besar karena arsip yang tersimpan baik, dan setiap generasi dibuat peka terhadap referensi-referensi kesejarahan mereka dengan banyaknya buku-buku yang harus dilahap bahkan oleh anak SD. Hipsterdom di…

     

  • Berhala (Baru) itu Bernama Wiji Thukul


    “Kau benci Soeharto?!” Tangan berbulu itu menempeleng kepala saya. Segalanya mendadak gelap. Ada ribuan kunang-kunang beterbangan. Sebelum mata sempat membuka, saya merasakan tangan itu menjambak rambut saya. Muka Sersan Kepala…

     

Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni