(3 votes)
(3 votes)
Read 3892 times | Diposting pada

Kritik

Kritik Image courtesy of sattva at FreeDigitalPhotos.net

 

Efendi berprofesi sebagai kritikus. Bertahun-tahun ia telah memberi kritik terhadap siapa pun, apa pun, termasuk dirinya sendiri. Ia sangat handal dalam menyediakan jasa kritik, tanpa pandang bulu dan melakukannya tepat waktu sesuai dengan permintaan.

Ia dapat mengkritik lebih dari satu objek dalam waktu bersamaan. Pada praktiknya, ia tidak perlu mengobservasi langsung apalagi menyentuh objek kritik. Cukup dengan membayang-bayangkan rupa dan sifatnya, ia dapat langsung menyemprotkan kritik. Jika sudah begitu, tim kerjanya lekas merekam kritik lalu mengetik, mencetak dan mengirim lembaran berisi kritik tadi ke semua orang setelah lembaran kritik itu dicap 20 jari Efendi untuk membuktikan keasliannya.

Lembaran kritik Efendi itu disebar ke segala penjuru semesta. Timnya bekerja ekstra keras untuk memperbanyaknya.

Ada kritik baru! Ada kritik baru!

Begitu ucap setiap tim kerjanya sambil menenteng tumpukan kertas berisi kritik dari bos mereka. Hal ini sengaja dilakukan agar kritik Efendi dapat langsung diserap oleh semua manusia. Dalam hitungan jari, orang-orang akan segera mengerubungi mereka mencari tahu apa lagi yang kini diucapkan oleh Efendi. Dan jika ada orang yang terlalu sibuk untuk  memperoleh kertas kritik, maka dengan senang hati tim kerja Efendi akan menghampiri setiap rumah mereka dan membacakan kritik itu di depan wajah mereka.

Tidak hanya di Bumi, kritik Efendi juga dikirim melalui gelombang cahaya ke segala konstelasi bintang yang sudah teridentifikasi keberadaannya. Hal ini dilakukan karena segala isi semesta harus mengetahui kritik Sang Efendi. Asteroid, meteor, planet, bintang, nebula, lubang hitam akan berhenti bergerak sejenak dan menyerap kritik Efendi yang mungkin baru akan sampai menyentuh mereka jutaan tahun cahaya setelah gelombang kritik dipancarkan. Akhirnya, satu pekerjaan Efendi selesai dan tim kerjanya yang ada di seluruh penjuru Bumi, bulan, Mars maupun yang sedang dalam perjalanan ke Neptunus dapat beristirahat sejenak sebelum kembali bertugas.

Akan tetapi, di tengah istirahat yang singkat itu muncul Alien yang mengaku berasal dari masa depan.

Si Alien melakukan perjalanan waktu ke masa kini, ke tempat Efendi biasa melakukan tugas produksi kritik. Tanpa basa-basi, segera ia memberi tahu Efendi duduk perkaranya. Rupanya di masa depan terdapat sesuatu yang begitu dahsyat dan hebat sampai-sampai para kritikus di masa itu tidak mampu melakukan kritik terhadapnya. Alien itu memohon kepada Efendi agar dirinya yang seorang kritikus profesional sudi melakukan perjalanan waktu ke masa depan dan mengkritik sesuatu yang dikabarkan begitu dahsyat itu.

Sebagai kritikus profesional, tentu Efendi tidak akan menolak tawaran tersebut. Segera dengan cekatan asisten Efendi yang sedari tadi berdiri tegap di sampingnya mengeluarkan surat perjanjian kontrak kepada calon klien yang datang dari masa depan  tersebut.

Dengan profesional, asisten Efendi menjelaskan jasa kritik yang ditawarkan oleh kantornya. Berbagai jenis jasa kritik dijelaskannya mulai dari paket kritik hemat dengan biaya yang agak terjangkau hingga paket kritik spesial dengan harga yang tidak masuk akal. Mengetahui calon kliennya bukan seperti klien-klien pada umumnya karena datang dari masa depan, maka dengan penuh rasa bangga dan intens sang asisten menjabarkan secara rinci paket kritik spesial, paket kritik yang paling mahal dan memang jarang diminta oleh klien-klien sebelumnya.

Alien itu mendapati bahwa dengan memilih paket kritik spesial maka kritik pesanannya akan ditulis dengan kalimat yang tidak lagi dapat disanggah kebenarannya. Kalimat kritiknya akan dibuat oleh Efendi dengan bantuan dari sastrawan dengan buku terlaris, sehingga urusan tata letak, metafora, satire tidak perlu lagi dipusingkan. Lebih lagi, susunan kalimat kritiknya akan diuji terlebih dahulu oleh konsultan berbagai bidang, mulai dari Psikologi, Semiotika, Ilmu Budaya, dan lain-lainnya sehingga dengan saringan yang begitu ketat kritik akan terwujud tanpa cacat.

Tanpa ragu segera si alien memilih paket yang paling mahal itu dan menorehkan tanda tangan pada surat perjanjian kontrak dan membayar lunas tawaran harga dari asisten Efendi. Saking banyaknya uang, beberapa berterbangan seperti kertas dan bergemerincing. Dengan raut malu, Alien memunguti uang di depan Efendi. Ia membetulkan uang kertasnya yang lusuh dan menyusun uang koinnya yang berantakan. Setelah uang terkumpul rapi, asisten Efendi segera meraupnya dan memasukannya ke dalam karung uang milik kantor secara kasar. Si Alien memperhatikan uang yang sudah tersusun rapi kini berantakan kembali, tetapi itu tidak membuatnya marah.

Memecah momen ganjil tersebut, Efendi segera memanggil tim khususnya yang terdiri dari belasan orang yang mana segera hadir ke hadapannya dalam hitungan detik. Mereka semua sudah siap dan meminta untuk ikut menumpang mesin waktu si alien untuk pergi ke masanya.

Di tengah perjalanan yang panjang ke masa depan, Efendi beserta timnya sedang rapat menyiapkan bahan kritik yang paling pedas. Salah satu dari mereka menyampaikan gagasannya yang cerdas, lalu yang lainnya menanggapi dengan kritis. Begitulah suasana yang sedang berlangsung di dalam mesin waktu. Menyaksikan mereka berdiskusi begitu pelik, si Alien merasa senang karena telah membayar orang-orang yang tepat, yang terlihat begitu profesional.

Kini di dalam kepala si Alien sudah terbayang-bayang objek dahsyat di masanya setuntasnya kritik profesional Efendi diejawantahkan. Para kritikus di masanya, yang terlebih dahulu gagal, kini bersorak sorai gembira, gegap gempita atas datangnya Efendi, sang juru selamat, tepat saat keadaan dunia kritik sedang kering kerontang. [*]

Last modified on: 20 September 2014

    Baca Juga

  • Pesan Nenek Pendoa


    Semua orang di daerah Jakarta Utara memuji kemampuan Walikota baru. Menurut mereka, berkat kerja keras beliau memimpin daerah pinggir laut tersebut, Jakarta Utara sudah tidak mengalami banjir –yang bisa setinggi…

     

  • Seorang Pria yang Kehilangan Buku


    Saya pernah kepengin menulis cerita mengenai seseorang yang terlalu mencintai buku. Dia membaca buku dengan mendengarkan buku-buku itu bicara. Aku tidak tahu; tapi sepertinya ia memang begitu. Dia mampu mendengarkan…

     

  • A Room of One's Own: Ayu Utami


    Yang pertama akan menyambut kita bukanlah sang tuan rumah, melainkan sepasang anjing yang ribut menyalak dan mengendus-endus penasaran. Setelah itu baru muncul Ayu Utami, menyapa riang sambil berkata, "Kenalin, ini…

     

  • Sepuluh Menit Terakhir dan Satu Menit Setelahnya


    Satu menit terakhir.Dari mana datangnya maut? Dari waktu atau dari Izrail yang dari tadi telah aku rasakan kehadirannya? Sayap kelam dengan mata menyalang yang telah menelanjangi keberanianku. Siapa yang akan…

     

Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni