(5 votes)
(5 votes)
Read 5468 times | Diposting pada

Jakartabeat Ask? Eps. 2: Seandainya "Istirahatlah Kata-Kata" Disutradarai orang lain?

Jakartabeat Ask? Eps. 2: Seandainya "Istirahatlah Kata-Kata" Disutradarai orang lain? Festival del Locarno

 

Kami menanyakan kemungkinan-kemungkinan deradikalisasi film "Istirahatlah Kata-kata" pada dua penonton kebetulan yang terseret trend. Apa jadinya film ini jika sutradaranya bukan Yosef Anggi Noen, tapi jadi diarahkan oleh Joko Anwar, Hanung Bramantyo, RIri Riza, Raditya Dika atau Anggi Umbara?

 

Last modified on: 26 Januari 2017

    Baca Juga

  • Arwah


    Tubuh perempuan ini sekarat. Maka dengan sisa-sia kekuatan, aku memaksanya mengetik kisah ini. Aku ingin mencari tempat tinggal setelah mati. Tempat tinggal yang bukan akhirat, tapi di antara kehidupan. Tempat…

     

  • MARLINA: Penggal Kepala, Harga Yang Layak Untuk Pemerkosa


    [Spoiler Alert] Entah sebuah kebetulan atau semesta memang sudah membuatnya demikian. Saat isu mengenai kesetaraan gender sedang marak dibicarakan, film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak langsung merebut panggung dan…

     

  • Perempuan Perempuan Sang Binatang Jalang


    Ia dianggap pelopor angkatan 45; oleh karenanya beberapa sajaknya dikenal siapa pun yang pernah duduk di bangku sekolah menengah. Dalam kelas, Chairil Anwar biasanya diperkenalkan sebagai penyair yang memiliki vitalitas,…

     

  • Gado-gado Rasa Banda


    Selalu ada yang pertama untuk setiap hal. Termasuk tertidur di tengah-tengah film saat di dalam bioskop. Pengalaman itulah yang saya alami ketika menonton Banda The Dark Forgotten Trail karya sutradara…

     

Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni