(5 votes)
(5 votes)
Read 4923 times | Diposting pada

Jakartabeat Ask? Eps. 2: Seandainya "Istirahatlah Kata-Kata" Disutradarai orang lain?

Jakartabeat Ask? Eps. 2: Seandainya "Istirahatlah Kata-Kata" Disutradarai orang lain? Festival del Locarno

 

Kami menanyakan kemungkinan-kemungkinan deradikalisasi film "Istirahatlah Kata-kata" pada dua penonton kebetulan yang terseret trend. Apa jadinya film ini jika sutradaranya bukan Yosef Anggi Noen, tapi jadi diarahkan oleh Joko Anwar, Hanung Bramantyo, RIri Riza, Raditya Dika atau Anggi Umbara?

 

Last modified on: 26 Januari 2017

    Baca Juga

  • Gado-gado Rasa Banda


    Selalu ada yang pertama untuk setiap hal. Termasuk tertidur di tengah-tengah film saat di dalam bioskop. Pengalaman itulah yang saya alami ketika menonton Banda The Dark Forgotten Trail karya sutradara…

     

  • Video: Stranger Things dalam 8-bit


    Amerika menjadi negara besar karena arsip yang tersimpan baik, dan setiap generasi dibuat peka terhadap referensi-referensi kesejarahan mereka dengan banyaknya buku-buku yang harus dilahap bahkan oleh anak SD. Hipsterdom di…

     

  • Video: Pramoedya Ananta Toer, Masa Muda, Penjara, Komunis, dan Pulau Buru


    "Yang harus malu itu mereka, karena mereka takut pada kerja. Kau kan kerja, kau tidak boleh malu!" Pramoedya Ananta Toer berbicara tentang meliputi: masa mudanya; penjara selama tindakan polisi Belanda,…

     

  • Berhala (Baru) itu Bernama Wiji Thukul


    “Kau benci Soeharto?!” Tangan berbulu itu menempeleng kepala saya. Segalanya mendadak gelap. Ada ribuan kunang-kunang beterbangan. Sebelum mata sempat membuka, saya merasakan tangan itu menjambak rambut saya. Muka Sersan Kepala…

     

Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni