Read 3902 times | Diposting pada

Daftar Nominasi Terbaik di 2015 versi Jakartabeat


Jakartabeat

Setiap upaya sadar kami di keredaksian menentukan mana karya unggulan dan layak mendapat predikat 'yang terbaik tahun ini', sejatinya merupakan proses yang kian tahun kian kompleks dan tidaklah sederhana. Pasalnya, webzine senang-senang rintisan Philips Vermonte dan Taufiq Rahman tahun 2009 ini, kian hari kian membawa semacam 'tanggung jawab budaya' yang bobotnya tidak lagi se-selo 6 tahun lalu saat kami garap proyek kolektif non-profit ini tanpa beban, hanya berbekal kesenangan.

Kami juga tidak bisa memungkiri akan selalu ada karya keren underdog lainnya yang kerap luput dari radar kami tiap tahunnya. Toh, semaraknya skena kreatif arus pinggir yang kebanyakan kita konsumsi ini baru sekedar permukaan gunung es saja yang boleh jadi ibukota-sentris dan bias endorsement (nepotisme) sana-sini.

Dus, kami tidak bisa lagi menggunakan kacamata kuda dan melulu bicara konsep karya dan kualitas. Banyak hal lain yang di tahun ini menjadi pertimbangan penting penilaian kami seperti bagaimana karya punya harus punya nilai berita ketika diperkenalkan ke publik; bagaimana ia dikemas agar atraktif ketika dirilis; bagaimana strategi kreatif promosi sang seniman; hingga pertimbangan viralnya karya tersebut di jejaring sosial.

Hal lain yang membuat penilaian ini menjadi tidak sederhana adalah kompleksitas yang dikandung karya itu sendiri. Berbagai penelusuran estetika baru menghasilkan idiom-idom baru dari karya-karya apik yang muncul sepanjang tahun ini, memaksa kami mengembangkan perimeter penilaian usang kami di tahun-tahun sebelumnya, demi menghindari resep generik 'Anu Terbaik Tahun Ini'.

Karenanya alih-alih menyerahkan daftar TERBAIK DI 2015 pada kontributor tunggal seperti di tahun yang sudah-sudah, di tahun ini kami coba memberanikan diri menyusunnya secara kolektif, mengumpulkan tim penyusun independen dari berbagai latar belakang dan profesi, menghilangkan byline kontributor dan memperlakukan sebuah kaleidoskop sebagai penghargaan kecil tahunan yang resmi dan semoga saja berkelanjutan.

Berbeda pula dengan tahun sebelumnya, di tahun ini kami bersepakat untuk menetapkan hanya SATU karya/ seniman dari masing-masing kategori yang nantinya akan didaulat sebagai yang 'TERBAIK DI 2015' dan akan kami umumkan mulai Senin pekan depan (28/12).

Maka dengan ini, berikut kami sampaikan daftar nominasi TERBAIK DI 2015 versi Jakartabeat (disusun berdasarkan abjad):

 

Nominasi Album Terbaik 2015

Anak Sungai – Deugalih and Folks
Arus – Sungai
Axis Mundi –  Polka Wars
Between Spaces Into Space –  Flukeminimix
Constellation – Stars and Rabbit
Crimson Eyes – Sigmun
Dosa, Kota, & Kenangan – Silampukau
Hobgoblin – Sajama Cut
Sinestesia – Efek Rumah Kaca
Teriakan Bocah – Kelompok Penerbang Roket

Nominasi Single/ Mini Album Terbaik 2015

Adversities – Ellipsis (EP)
Butterfly Mandala – De Tohtor (Single)
Janji Tanah Berani – Hanyaterra (EP)
Putih – Efek Rumah Kaca (Single)
Sembojan – Tigapagi (EP)

Nominasi Konser Terbaik 2015

Home Concert – Mocca (Bandung)
Psychedelic Moment: Butterfly Mandala – De Tohtor (Bandung)
Ratimaya – Sarasvati (Bandung)
Tanah Indah – FSTVLST (Yogyakarta)
Konser Taifun – Barasuara (Jakarta)

Nominasi Musisi Pendatang Baru Terbaik 2015

Barasuara
Elephant Kind
Heals
Parahyena
Sungai

Nominasi Video Musik Terbaik 2015

Alam Raya – Rayhan The Daydreamers
Bahas Bahasa – Barasuara
Mawar Tujuh Rupa – Marsh Kids
R14 – Sore
Stoned Maghrib – Rajasinga
Suara Bumi – Maladialum
The House – Stars and Rabbit

Nominasi Film Terbaik 2015

Kapan Kawin (Ody C. Harahap)
Mencari Hilal (Ismail Basbeth)
Siti (Eddie Cahyono)

Nominasi Karya Sastra Terbaik 2015

Dilan (Pidi Baiq)
Di Tanah Lada (Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie)
Kambing dan Hujan (Mahfud Ikhwan)
Kematian Kecil Kartosoewirjo, kumpulan puisi (Triyanto Triwikromo)
Mawar Hitam (Candra Malik)
Melihat Api Bekerja, kumpulan puisi (Aan Mansyur)
Perempuan Patah Hati yang Menemukan Cinta Melalui Mimpi (Eka Kurniawan)
Puya ke Puya (Faissal Oddang)
Si Janggut Mengencingi Herucakra (AS Laksana)
Tanjung Luka (Benny Arnas)

 

DARI NOMINASI DI ATAS, AKAN DIPILIH 1 TERBAIK DI 2015 DARI MASING-MASING KATEGORI
NANTIKAN PENGUMUMANNYA MULAI SENIN PEKAN DEPAN, 28 DESEMBER 2015 VIA #TERBAIKDI2015

 

Profil Tim Penyusun

 

Candra Aditya

Candra Aditya (@candra_aditya)


Film maker sekaligus peresensi film untuk DetikHot dan kontributor untuk Provoke! Magazine.


Fadjriah Nurdiarsih

Fadjriah Nurdiarsih (@mpok_iyah)


Alumnus Sastra Indonesia Universitas Indonesia tahun 2003. Pernah menjadi editor di Komunitas Bambu, Tempo.co, dan kini Liputan6.com. Aktif menulis cerpen dan feature, karyanya pernah dimuat di Majalah Femina, Kompas, Koran Tempo. dan Jawa Pos.


Nosa Normanda

Nosa Normanda (@wonderguitar)


Antropolog, pegiat teater dan medioker untuk segala bidang seni. Ia juga gitaris band wonderbra, eseis internet, dan pembuat film. Kini tinggal di Washington DC.


 

Prys Pry

Prys Pry (@zacprys)


Divisi Litbang Redaksi Jakartabeat. Founder distribusi musik digital Ripstore.Asia. Kini berdomisili di Bandung.


Teguh Afandi

Teguh Afandi (@afanditeguh)


Lahir di Blora 26 Juli 1990. Menulis cerpen, esai, dan ulasan buku di berbagai media massa. Memperoleh PPSDMS Award kategori Pena Emas, Juara 1 sayembara cerpen Femina 2014, Juara 3 Green Pen Award Perhutani 2015, Juara 1 Tangga Pustaka, Juara 1 Cerpen @pulkam. Sehari-hari aktif di Klub Baca Yogyakarta.


Tiar Renas Y

Tiar Renas Y (@TiaRenasY)


Alumnus Ilmu Komunikasi/Jurnalistik Unikom Bandung. Bergabung di Jakartabeat pada akhir tahun 2014 sebagai redaktur musik. Kini bekerja sebagai jurnalis seni/budaya di H.U. Galamedia, kolektor kaset pita dan tinggal di Bandung.