(1 Vote)
(1 Vote)
Read 991 times | Diposting pada

Natalie Portman: Kebijakan Israel Tidak Sejalan dengan Nilai-nilai Yahudi

 

Pro-kontra boikot Israel semakin kompleks setelah Natalie Portman, aktris beragama Yahudi dari Amerika, menolak penghargaan Genesis Prize yang acaranya akan dihadiri oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Tahun lalu, band Radiohead tetap tampil di Tel Aviv meskipun didorong untuk membatalkan konser mereka, sedangkan Lorde membatalkan penampilannya dan menuai kritik dari orang-orang yang menganggap tindakan ini mencerminkan sentimen anti-semit.

Gerakan pemboikotan ini didalangi oleh BDS (Boycott, Divestment, and Sanctions Movement) yang dibentuk pada tahun 2005 oleh lebih dari 170 lembaga non-pemerintah di Palestina. Sejak saat itu, BDS sudah mendapat dukungan dari musisi dan artis dari seluruh dunia. Gerakan ini menyatakan bahwa Israel menjadikan produk seni budaya sebagai alat propaganda untuk mengalihkan perhatian dari konflik negara itu dengan Palestina. Pendukung BDS aktif mensosialisasikan tujuan mereka dan seringkali menulis surat terbuka untuk musisi besar atau artis yang berencana mengunjungi Israel. Mereka fokus untuk memboikot acara-acara yang disponsori oleh pemerintah Israel. Dalam website gerakan BDSmovement.net, Roger Waters (Pink Floyd) mengatakan bahwa “Saat pemerintah menolak untuk bertindak, warga biasa harus melakukannya dengan cara damai apapun. Untuk saya, cara ini adalah dengan mendukung Gerakan BDS.”

Di sisi lain ada CCFP (Creative Community for Peace), sebuah grup advokasi yang bertujuan mengimbangi efek yang ditimbulkan oleh BDS. Anggota CCFP percaya kalau seni dan budaya dapat menyatukan dua sisi konflik agar dapat menemukan solusi. Tindakan memboikot dianggap tidak menyelesaikan masalah dan malah menimbulkan kerugian. CCFP membantu musisi dan artis yang dihalangi oleh BDS untuk datang ke Israel. Tampil di Israel dikemas sebagai kesempatan untuk melihat keadaan di sana dan kalau perlu menyatakan penolakan terhadap kebijakan pemerintahnya secara langsung. Pendiri CCFP, Craig Balsam dan David Rezner mengatakan kepada Billboard bahwa mereka terbuka untuk melakukan dialog dengan pendukung BDS seperti Roger Waters.

Di tengah-tengah dialog ini, muncul musisi seperti Nicholas Jaar yang berhasil tampil di venue pro-Palestina di Israel. BDS sendiri, dalam guideline mereka, mendukung penampilan di tanah Israel yang lepas dari pengaruh pemerintahnya dan dimaksudkan sebagai tindakan co-resistance atau perlawanan bersama terhadap Zionisme.

Penolakan Natalie Portman sendiri memunculkan dimensi baru dari segala kerumitan perkara boleh-tidaknya seorang seniman datang ke Israel. Aktris ini secara spesifik mengatakan tidak mendukung BDS di akun Instagramnya, namun tindakannya adalah bentuk dari kritik terhadap kebijakan pemerintah Israel atas pengungsi yang datang ke negara itu. Portman mengatakan, "Israel dibentuk 70 tahun yang lalu sebagai tempat berlindung untuk pengungsi Holocaust. Namun, tindakan pemerintahnya saat ini terhadap pengungsi yang mengalami hal yang sama tidak sejalan dengan nilai-nilai Yahudi yang saya percaya. Saya peduli terhadap Israel dan oleh karena itu saya menolak tindakan kekerasan, korupsi, ketidakadilan, dan penyalahgunaan kekuasaan." Identitas Portman sebagai orang Yahudi Amerika yang tidak mendukung Netanyahu dan BDS menjadi representasi dari orang Yahudi di luar Israel yang tidak nyaman dengan konservatisme sayap kanan yang sedang mendominasi di negara itu, namun juga tidak ingin berhubungan langsung dengan isu yang menyangkut Palestina (AS/NN).

 

Last modified on: 26 April 2018
Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni