(1 Vote)
(1 Vote)
Read 6027 times | Diposting pada

Semua Ikan di Langit

Semua Ikan di Langit Dokumentasi Dewan Kesenian Jakarta, diambil dari www.dkj.or.id

 

Dewan Kesenian Jakarta telah memilih seorang juara baru. Kemarin malam tanggal 14 Desember 2016, setelah berbulan-bulan berlalu semenjak Sayembara Novel DKJ 2016 diumumkan pada akhir Juni, akhirnya Ziggy Zezsyazeoviennazabriszkie keluar sebagai pemenangnya.

Ziggy terpilih sebagai pemenang tunggal dari sebanyak 343 naskah novel yang diterima oleh panitia. Naskah novelnya yang berjudul Semua Ikan di Langit dinilai oleh dewan juri (yang terdiri dari Seno Gumira Ajidarma, Bramantyo, dan Zen Hae) sangat melampaui naskah-naskah lainnya sehingga diputuskan tidak ada Juara II dan Juara III. Meskipun demikian, dewan juri tetap memilih empat naskah unggulan, yaitu: Lengking Burung Kasuari karya Nunuk Y. Kusmiana, Tanah Surga Merah karya Arafat Nur, Curriculum Vitae karya Benny Arnas, dan 24 Jam Bersama Gaspar: Sebuah Cerita Detektif karya Sabda Armandio. Juara I memenangkan hadiah uang sebesar dua puluh juta rupiah sementara masing-masing karya unggulan memenangkan enam juta dua ratus lima puluh ribu rupiah.

Ini bukan kali pertama Ziggy naik panggung kehormatan tertinggi (untuk kategori novel) Dewan Kesenian Jakarta. Pada sayembara sebelumnya di tahun 2014, novel Ziggy yang berjudul Di Tanah Lada keluar sebagai Juara II. Selain dua novel yang disebutkan di atas, Ziggy telah menelurkan tak kurang dari 25 novel di usianya yang baru menginjak 24 tahun.

Tetapi siapakah Ziggy? Baru-baru ini, Syarafina Vidyadhana menuliskan artikel yang sangat menarik mengenai dirinya untuk ruang.gramedia.com . Dari tulisan tersebut kita dapat mengetahui bahwa Ziggy memiliki tiga orang saudara perempuan lain yang semuanya juga bernama Ziggy, sehingga di keluarganya ia disebut Ziggy Ketiga (saya sendiri kebetulan mengenal salah satu dari para Ziggy ini dari sebuah fanclub band yang saya ikuti, meskipun tak yakin ia Ziggy yang keberapa). Kita jadi mengetahui bahwa buku pertamanya diselesaikan saat masih SMA dan dalam tiga hari saja. Kita juga jadi mengetahui bahwa ide novel Di Tanah Lada diperoleh dari mimpi.

Ziggy merupakan penulis yang luar biasa produktif dan selalu berhasil menyuntikkan ide-ide yang edan namun brilian. Ia telah bercerita mengenai loker, kuntum-kuntum bunga, gadis albino, vampir, perjanjian dengan iblis, Pusat Bantuan Pencegahan Bunuh Diri, suku aborigin, sihir dan dunia lain, serta seorang gadis cilik yang keranjingan kamus. Si gadis cilik penyuka kamus ini telah mengantarkannya menjadi Juara II Sayembara Novel DKJ tahun 2014, dan dengan demikian kita jadi bertanya-tanya apa yang akan disuguhkan kepada kita berikutnya melalui naskah pemenang tunggal tahun ini. Bisakah kita menebaknya dari judul Semua Ikan di Langit?

Sementara itu, naskah-naskah yang telah terpilih menjadi naskah unggulan merupakan karya dari para penulis yang telah malang-melintang di dunia sastra Indonesia. Arafat Nur pernah menjadi pemenang unggulan dalam Sayembara Novel DKJ tahun 2010 lewat novelnya Lampuki. Sabda Armandio adalah penulis novel berjudul Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya. Benny Arnas mungkin sama produktifnya seperti Ziggy dan telah menghasilkan belasan novel juga kumpulan puisi. Sedangkan Nunuk Y. Kusmiana telah sering menulis cerpen untuk media massa seperti Femina.

Sayembara ini sendiri memiliki sejarah yang panjang. Dewan Kesenian Jakarta telah mengadakannya sejak tahun 1974, dan sayembara ini juga telah menghasilkan nama-nama besar di dunia sastra Indonesia. Kini 42 tahun sudah sejak sayembara pertama dilaksanakan, dan kita menyaksikan seorang penulis berusia 24 tahun dengan bakat menakjubkan maju sekali lagi sebagai juara. Ziggy Zezsyazeoviennazabriszkie mungkin memiliki nama yang terlampau sulit diingat—setidaknya, kita akan kesulitan mengeja namanya dengan benar—namun ia telah menuliskan karya-karya yang sulit dilupakan.

Last modified on: 16 Desember 2016
Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni