(0 votes)
(0 votes)
Read 2609 times | Diposting pada

Pasca Konser #PasarBisaDikonserkan, Efek Rumah Kaca Rilis Lagu 'Putih'

Pasca Konser #PasarBisaDikonserkan, Efek Rumah Kaca Rilis Lagu 'Putih' Kredit Foto: Efekrumahkaca.net/Yose Riandi

 

Lima hari berselang setelah hajat konser tunggal 'Pasar Bisa Diciptakan' di Bikasoga, Bandung, band trio pop minimalis Efek Rumah Kaca hari ini resmi merilis lagu baru berjudul 'Putih'. Lagu ini bisa distream via online melalui akun Soundcloud resmi band dan dimirror juga di situs Ripstore.Asia dilindungi dengan lisensi Creative Commons yang bebas unduh.

'Putih' sendiri merupakan lagu berdurasi 9.48 menit, berisi dua fragmen –yang merupakan gabungan dari track 'Tiada' dan 'Ada'. Lagu ini mulai direkam pada tahun 2010. Rekaman pertama instrumen piano, dilakukan di Pendulum studio, yang sekarang sudah rata dengan tanah. Selanjutnya, perlahan-lahan lagu itu dibongkar dan dipasang sedikit demi sedikit selama kurang lebih 5 tahun di berbagai studio seperti Black dan Als studio. Ia adalah lagu tentang keluarga, gabungan dari dua lagu tentang 'Tiada' yang mengisahkan soal kematian dan 'Ada' yang mengabarkan kelahiran.

Sebelumnya ERK juga merilis lagu 'Biru' dalam format yang sama pada pada 10 Juli lalu, yakni merupakan gabungan dari track ‘Pasar Bisa Diciptakan’ dan ‘Cipta Bisa Dipasarkan’. Yang patut dicatat, rilisan format single dalam dua fragmen yang tak biasa ini agaknya menjadi eksperimentasi Efek Rumah Kaca ke depan, tak hanya dalam segi estetik, musikalitas dan semantik pada judul lirik lagu, tapi juga dalam perihal metode yang digunakan untuk merilisnya.

Toh ERK juga sudah memberi petunjuk bahwa fragmen-fragmen tersebut masing-masing mewakili dua angle dalam proses penciptaan karya dalam kesenian, yakni secara internal dan eksternal. Keduanya membentuk secara utuh sebagai rangkuman pemikiran Efek Rumah Kaca tentang pentingnya eksplorasi dalam proses berkarya. Dan album ketiga yang sedianya bakal diberi judul Sinestesia ini hendak bermain-main dengan eksperimentasi musik yang lebih instrumental, penulisan lirik yang kian beragam dan penamaan judul lagu berdasarkan warna.

Last modified on: 23 September 2015
Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni