(0 votes)
(0 votes)
Read 2883 times | Diposting pada

Pasca Konser #PasarBisaDikonserkan, Efek Rumah Kaca Rilis Lagu 'Putih'

Pasca Konser #PasarBisaDikonserkan, Efek Rumah Kaca Rilis Lagu 'Putih' Kredit Foto: Efekrumahkaca.net/Yose Riandi

 

Lima hari berselang setelah hajat konser tunggal 'Pasar Bisa Diciptakan' di Bikasoga, Bandung, band trio pop minimalis Efek Rumah Kaca hari ini resmi merilis lagu baru berjudul 'Putih'. Lagu ini bisa distream via online melalui akun Soundcloud resmi band dan dimirror juga di situs Ripstore.Asia dilindungi dengan lisensi Creative Commons yang bebas unduh.

'Putih' sendiri merupakan lagu berdurasi 9.48 menit, berisi dua fragmen –yang merupakan gabungan dari track 'Tiada' dan 'Ada'. Lagu ini mulai direkam pada tahun 2010. Rekaman pertama instrumen piano, dilakukan di Pendulum studio, yang sekarang sudah rata dengan tanah. Selanjutnya, perlahan-lahan lagu itu dibongkar dan dipasang sedikit demi sedikit selama kurang lebih 5 tahun di berbagai studio seperti Black dan Als studio. Ia adalah lagu tentang keluarga, gabungan dari dua lagu tentang 'Tiada' yang mengisahkan soal kematian dan 'Ada' yang mengabarkan kelahiran.

Sebelumnya ERK juga merilis lagu 'Biru' dalam format yang sama pada pada 10 Juli lalu, yakni merupakan gabungan dari track ‘Pasar Bisa Diciptakan’ dan ‘Cipta Bisa Dipasarkan’. Yang patut dicatat, rilisan format single dalam dua fragmen yang tak biasa ini agaknya menjadi eksperimentasi Efek Rumah Kaca ke depan, tak hanya dalam segi estetik, musikalitas dan semantik pada judul lirik lagu, tapi juga dalam perihal metode yang digunakan untuk merilisnya.

Toh ERK juga sudah memberi petunjuk bahwa fragmen-fragmen tersebut masing-masing mewakili dua angle dalam proses penciptaan karya dalam kesenian, yakni secara internal dan eksternal. Keduanya membentuk secara utuh sebagai rangkuman pemikiran Efek Rumah Kaca tentang pentingnya eksplorasi dalam proses berkarya. Dan album ketiga yang sedianya bakal diberi judul Sinestesia ini hendak bermain-main dengan eksperimentasi musik yang lebih instrumental, penulisan lirik yang kian beragam dan penamaan judul lagu berdasarkan warna.

Last modified on: 23 September 2015

    Baca Juga

  • John Mayer Gagal Rilis Video Anti-Idol


    Dave Grohl pernah bilang bahwa video klip hanya bahan promosi, untuk musisi musiklah yang terpenting. Tapi sepertinya belum ada video klip Foo Fighters yang dibuat tidak niat-niat amat seperti halnya…

     

  • Dicari: Pemilik Politik di Ruang Publik


    Batas nyata antara ruang publik dunia nyata dan dunia maya bisa dibilang semakin buram dari hari ke hari. Pada awalnya, media sosial tidak dianggap sebagai ruang publik karena penggunanya belum…

     

  • Bad Romance: Engcarnation 2018 di UI


    Sejak tahun 2015, English Carnival and Celebration atau Engcarnation sudah rutin menjadi acara tahunan dari IKMI (Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Program Studi Inggris) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Acara ini…

     

  • Goodnight Electric dalam "The Electronic Renaissance"


    Semenjak terbentuknya Goodnight Electric tahun 2014, mereka sudah menghasilkan 2 album penuh, 7 album kompilasi dan beberapa single dalam rilisan digital serta piringan hitam. Sempat mengalami fase hibernasi di tahun…

     

Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni