(0 votes)
(0 votes)
Read 825 times | Diposting pada

Non-Spesifik dalam Paviliun Puisi

Non-Spesifik karya Anya Rompas Non-Spesifik karya Anya Rompas

 

Setelah menelurkan buku kumpulan puisi pertamanya, Kota ini Kembang Api, di tahun 2016, tahun ini Anya Rompas kembali meramaikan jagad puisi Indonesia dengan buku keduanya yang berjudul Non-Spesifik. Buku ini "adalah riwayat sebuah depresi" menurut penyair dan cerpenis Norman Erikson Pasaribu, dan berisi "fragmen-fragmen diri yang menolak manis dan meledak", menurut penyair Cyntha Hariadi. Terbagi menjadi tiga bagian besar yang masing-masing diberi judul 'Episode' yang dinomori sesuai urutan satu sampai tiga, Non-Spesifik memperkenalkan kita para pembaca lebih dekat kepada sosok Anya Rompas sebagai penulis, perempuan, istri, ibu, dan manusia. Kita membaca sebuah jiwa yang guncang, namun jiwa itu tetap tegak dan berani.

Buku ini diluncurkan Sabtu lalu, 17 Juni 2017 di kafe Paviliun 28 di bilangan Gandaria, Kebayoran Baru. Mikael Johani, kritikus sastra dan penyair sekaligus suami Anya Rompas, membuka acara tersebut dengan menceritakan situasi panggung perpuisian Jakarta. "Tidak ada acara reguler yang bisa mewadahi para pecinta puisi atau penulis puisi," ujarnya. "Tempat untuk pembacaan puisi masih sangat kurang."

Karena alasan itulah maka Paviliun Puisi berdiri. Tujuannya tentu saja adalah untuk menyediakan wadah bagi para pecinta puisi di Jakarta. "Puisi adalah bagian dari hidup," demikian tutur Mikael Johani lagi. "Kita semua bisa menikmati dan menulis puisi. Alangkah baiknya jika penggemar puisi di Jakarta bisa saling bertemu dan berdialog." Nantinya Paviliun Puisi akan mengasuh acara pembacaan dan open mic khusus puisi sebulan sekali secara rutin, bertempat di Paviliun 28.

Peluncuran buku Non-Spesifik menjadi acara perdananya. Peluncuran tersebut dibarengi penampilan dari band Gabriel Mayo, Celtic Room, dan Junior Soemantri. Hadir dalam pembacaan puisi adalah nama-nama seperti Utari Intan, Norman Erikson Pasaribu, Syarafina Vidyadhana, Antonia Timmerman, dan tidak ketinggalan Mikael Johani, yang membawakan puisi hasil kolaborasi dengan anak perempuannya serta program predictive text pada gadget, juga sebuah puisi yang total hanya berisi 230 kata "aku" dalam seluruh puisi Chairil Anwar. Pada puncak acara, Anya Rompas sendiri tampil membawakan beberapa puisi termasuk World Bank Blues karya Allen Ginsberg yang sudah diutak-atik.  

Open mic kemudian menampilkan para sukarelawan yang malam itu membacakan baik karya bikinan sendiri atau pun puisi orang lain. Bahkan hingga lewat pukul sebelas malam, setiap penampilan tetap terasa memukau, baik dengan gimik maupun tanpa gimik, baik dengan puisi galau maupun puisi mbeling. Di akhir acara, Mikael Johani menyempatkan membuka sesi diskusi puisi singkat nan hangat.

Puisi itu sebetulnya mengasyikkan, lho. Jadi bagi kalian yang juga ingin asyik-asyikan dengan berkesenian dan berpuisi, silakan gabung saja dengan Paviliun Puisi. Jadwal acara dapat dilihat di akun-akun sosial media Paviliun Puisi di @PaviliunPuisi (Twitter dan Instagram).

Buku terbaru Gratiagusti Chananya Rompas alias Anya Rompas, Non-Spesifik, telah tersedia di toko-toko buku Gramedia terdekat dan dapat juga dipesan secara online melalui Gramedia.com. 

 

 

         

Last modified on: 19 Juni 2017

    Baca Juga

  • A Room of One's Own: Ayu Utami


    Yang pertama akan menyambut kita bukanlah sang tuan rumah, melainkan sepasang anjing yang ribut menyalak dan mengendus-endus penasaran. Setelah itu baru muncul Ayu Utami, menyapa riang sambil berkata, "Kenalin, ini…

     

  • Sampai ke Bulan dan Kembali Pulang


    Aku merayakan ulang tahun anakku sehari setelahnya. Selalu sehari setelah atau sehari sebelumnya, dan tidak pernah di tanggal yang tepat. Selalu begitu. Kenapa? Karena hakim memutuskan bahwa anak itu harus…

     

  • Kucing Mati dan Perihal Lain yang Nyaris Terjadi


    Nyaris menabrak kucing dan benar-benar menabrak kucing adalah dua hal berbeda. Yang pertama adalah kejadian biasa. Hampir semua pengendara—bermotor maupun tidak—pernah mengalami. Memang belum ada catatan statistik yang pasti. Namun,…

     

  • Siska Nirmala Luncurkan Debut Buku 'Zero Waste Adventure'


    Siska Nirmala baru-baru ini telah meluncurkan buku pertamanya, Zero Waste Adventure. Buku ini bercerita mengenai ekspedisi nol sampah ke lima gunung di Indonesia. Ide akan ekspedisi ini terlahir dari kegelisahannya…

     

Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni