(0 votes)
(0 votes)
Read 384 times | Diposting pada

National Perks Merilis Single Pertama Bertajuk “Innocent”

 

Paduan suara gitar yang merdu, easy listening, suasana yang dreamy dan semua komposisi yang tepat untuk mengikat telinga anda dalam suasana hati apa pun. Semua itu menggambarkan musik band asal Bandung, National Perks yang mengkategorikan diri mereka dalam genre Post-Progressive Pop.

 

Terbentuk di Bandung pada tahun 2013, National Perks adalah nama baru setelah sebelumnya bernama Highly Under Victorious Trigger (HUVT). National Perks beranggotakan Ferdy Destrian pada vokal dan gitar, Badri Poespoprayitno pada gitar, Satrio Adi di drum, Agri Pasca di keyboard, dan Rizcky Rachman pada bass. Dengan lima anggota band, mereka berkomitmen untuk membawa musik mereka di semua tingkat genre.

 

Bersama PVL Records, National Perks akan merilis single pertama bertajuk “Innocent” pada hari Jumat, 2 Februari 2018. Single ini nantinya akan dimuat di dalam EP perdana mendatang. Single “Innocent” menceritakan tentang seseorang yang pemurung. Dimana ia selalu mengeluh setiap menghadapi sesuatu, namun ia sendiri tidak ingin keluar dari zona nyaman. "You can hear the birds harmonizing, no im not out again, today".

 

Lewat single “Innocent” National Perks menawarkan sentuhan personal yang sangat terdengar dalam alunan aransemen masing-masing instrumen. Single ini menyajikan warna baru dalam musik indie pop yang familiar.

 

 

 

Last modified on: 3 Februari 2018

    Baca Juga

  • Kita Adalah “Ndeso” yang Lain


    Di Jawa orang mengenalnya sebagai Ndeso dan “Wong Ndeso”. Di Jakarta ada istilah “udik” dan “orang udik”. Di Sumatera mungkin akan ada yang memakimu “kampungan kali kau!”. Dan di sini,…

     

  • Puncak Abadi Para Dewa


    Sulit rasanya untuk menolak nama Dewa 19 masuk dalam jajaran hall of fame musik Indonesia, kalau ada. Pun meski kini nasibnya tidak jelas, setidakjelas lagu-lagu baru ciptaan Ahmad Dhani, Dewa…

     

  • Produksi Film Indie di Indonesia Terus Meningkat


    Produksi film independen berbudget rendah dan film pendek di Indonesia terus meningkat jumlahnya. Bila satu dekade lalu produksi film indie masih ratusan, kini mencapai angka 1.500 film dari berbagai genre.

     

  • Menakar Formula Nugaze ala Roster Baru FFWD Records


    Butuh dua rilisan single saja dalam waktu 3 tahun sejak Heals dibentuk 2013 silam, untuk tampil ke hadapan publik dengan formula baru term shoegaze era Cocteau dan sedikit Ride dalam…

     

Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni