(0 votes)
(0 votes)
Read 1271 times | Diposting pada

Masuki Edisi Keenam, Makassar International Writers Festival Kembali Digelar Selama 4 Hari

Masuki Edisi Keenam, Makassar International Writers Festival Kembali Digelar Selama 4 Hari Salah satu sesi lokakarya di Makassar International Writers Festival 2016. Sumber foto: @VisitToraja

 

Memasuki edisi keenam di tahun ini, Makassar International Writers Festival (MIWF) kembali digelar selama empat hari mulai 18 sampai 21 Mei mendatang. Berlangsung di tujuh lokasi terpisah dan menghadirkan 61 pembicara dalam 33 kegiatan, festival tahunan ini digagas oleh Lily Yulianti Farid dan Riri Riza melalui Rumata’ Foundation.

MIWF menampilkan penulis-penulis dari mancanegara seperti Australia, Jepang, Prancis, Jerman, dan beberapa dari kawasan Asia Tenggara; juga penulis-penulis Indonesia ternama seperti Joko Pinurbo, Aan Mansyur, Dewi Lestari, Eka Kurniawan, Eliza Vitri Handayani, termasuk penulis muda asal Makassar yang tengah naik daun, Faisal Oddang.

Selama empat hari MIWF akan mengadakan berbagai acara sastra yang menarik, meliputi diskusi panel, pembacaan, lokakarya, kuliah, seminar, hingga peluncuran buku. MIWF juga akan memperingati 10 tahun Pramoedya Ananta Toer dengan pentas Ontosoroh, kolaborasi Ade Suharto (penari/koreografer) dan Peni Candra Tini (vokalis/komposer), penampilan Ari Reda pada pembukaan kemarin dan hari ini (19/05), serta Silampukau yang mengisi panggung utama di Fort Rotterdam pada 20 Mei besok. Di malam penutupan, juga direncanakan tampil Theory of Discoustic, serta penyerahan penghargaan World Reader's Award —sebuah penghargaan penulisan di Hongkong untuk novel Cantik Itu Luka— kepada Eka Kurniawan yang akan diserahkan langsung oleh Nury Vittachi, salah satu pembicara dan penulis yang juga ikut berbagi di MIWF tahun ini.

Enam penulis muda berbakat asal Indonesia Timur yang terpilih dalam program Emerging Writers juga akan menyajikan karyanya, yakni Anta Kusuma (Cerpen) dari Banjarmasin, Cicilia Oday (Cerpen) Manado, Chalvin Jems Papilaya (Puisi) Ambon, Ibe S. Palogai (Puisi) Makassar, Irma Agryanti (Cerpen) Mataram, Wahid Affandi (Cerpen) dari Makassar. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs resmi Makassar International Writers Festival di www.makassarwriters.com. (Dias/Pry)

Last modified on: 19 Mei 2016

    Baca Juga

  • A Room of One's Own: Ayu Utami


    Yang pertama akan menyambut kita bukanlah sang tuan rumah, melainkan sepasang anjing yang ribut menyalak dan mengendus-endus penasaran. Setelah itu baru muncul Ayu Utami, menyapa riang sambil berkata, "Kenalin, ini…

     

  • Sampai ke Bulan dan Kembali Pulang


    Aku merayakan ulang tahun anakku sehari setelahnya. Selalu sehari setelah atau sehari sebelumnya, dan tidak pernah di tanggal yang tepat. Selalu begitu. Kenapa? Karena hakim memutuskan bahwa anak itu harus…

     

  • Non-Spesifik dalam Paviliun Puisi


    Setelah menelurkan buku kumpulan puisi pertamanya, Kota ini Kembang Api, di tahun 2016, tahun ini Anya Rompas kembali meramaikan jagad puisi Indonesia dengan buku keduanya yang berjudul Non-Spesifik. Buku ini…

     

  • Kucing Mati dan Perihal Lain yang Nyaris Terjadi


    Nyaris menabrak kucing dan benar-benar menabrak kucing adalah dua hal berbeda. Yang pertama adalah kejadian biasa. Hampir semua pengendara—bermotor maupun tidak—pernah mengalami. Memang belum ada catatan statistik yang pasti. Namun,…

     

Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni