(3 votes)
(3 votes)
Read 5364 times | Diposting pada

Cerpen Guntur Alam di Kompas Minggu Digugat Karena Plagiat

Cerpen Guntur Alam di Kompas Minggu Digugat Karena Plagiat Sumber Ilustrasi: Pojokseni.com

 

Cerpenis Guntur Alam tengah menghadapi gugatan plagiat atas karya cerpen miliknya. Dimuat di Harian Kompas Minggu (03/04), cerpennya berjudul 'Lilin Merah di Belakang Meja Mahyong' dinilai merupakan plagiasi dari novel berbahasa Inggris The Joy Luck Club (terbit pada 1989) karya Amy Tan. 

Adalah Sian Hwa, salah seorang pembaca yang menemukan beberapa kejanggalan dan mengunggahnya lewat catatan Facebook pribadinya pada Rabu kemarin (06/04). Diberi tajuk "Menggugat Orisinalitas Cerpen 'Lilin Merah di Belakang Meja Mahyong' karya Guntur Alam", Sian juga menujukan gugatannya kepada redaksi Kompas yang selama ini memuat cerpen-cerpen barometer belajar bagi banyak penggiat dan penikmat sastra di Indonesia.

"Salah satu syarat pemuatan cerpen harian Kompas yang saya ingat adalah orisinalitas (berdasarkan twit Bli Fajar Arcana), baik dari semua unsur cerpen seperti bahasa, teknik bercerita, alur, cara pandang,  dan lain sebagainya. Dengan membaca cerpen ‘LILIN MERAH DI BELAKANG MEJA MAHYONG’ karya Guntur Alam, saya mempertanyakan kadar orisinalitas cerpen tersebut, karena ditemukan banyak sekali kejanggalan—yang akhirnya melunturkan apresiasi kagum saya pada cerpen yang mengangkat budaya Tionghoa tersebut," ungkap Sian.

Cerpen Hasil Mutilasi

Bagian cerpen yang dinilai bermasalah memang berlainan dengan cuplikan novel, tapi Sian memperkuat dugaan bahwa Guntur Alam mengkombinasikan beberapa elemen novel asli dalam cerpennya. "Berdasarkan kejanggalan yang terkesan tempelan tersebut, saya menganggap cerpen Lilin Merah di Belakang Meja Mahyong TIDAK ORISINAL, HASIL MUTILASI karangan orang lain," lanjutnya.

Tindakan peminjaman tanpa izin atau mencantumkan kalimat tanpa mengakui keberadaan pengarang asli ini juga bisa disimak dari posisi timur dalam meja permainan mahyong, yang sebenarnya dipilih, karena posisi ini adalah posisi dealer/bandar, dan yang memulai permainan. 

"Dalam novel Amy, posisi timur dalam posisi duduk meja mahyong dinyatakan sebagai awal mula sesuatu, karena awal mula cerita adalah Su-yuan (si ibu yang meninggal) merupakan leader dari empat anggota klub main mahyong tersebut, berasal dari Asia Timur (China) dan berakhir di utara (North), yang secara implisit menyebutkan Amerika Utara (USA). Kutipan posisi ini ada dalam cerpen persis, sesuai dengan isi novel, juga membicarakan tentang posisi duduk meja mahyong," jelas Sian.

Guntur Siap Terima Konsekuensi 

Gugatan ini juga mengundang tanggapan dari cerpenis lain, salah satunya Bamby Cahyadi, "Aku menduga GA membuat miniatur atas bangunan besar suatu cerita. Karena tidak mencantumkan sumbernya inspirasi, tindakan ini bisa dikategorikan plagiasi," komentarnya. 

Belakangan, Guntur Alam sendiri memberikan komentar bahwa ia melakukan kesalahan tidak mencantumkan jika beberapa kalimat diambil dari novel Amy Tan. Guntur juga menjelaskan dalam versi Kompas tidak dicantumkan 1 titi masa dan 2 catatan kaki darinya. Ia juga mengakui menggunakan mentah-mentah data dari novel tersebut tanpa mengolahnya lagi. 

"Selanjutnya, tentang apakah cerpen saya plagiat dari novel Amy Tan dan lain-lainnya.. saya rasa hak itu ada di Kompas. Jika nanti sudah diambil kesimpulannya dan dinyatakan tergolong plagiat, saya siap menerima kosekuensinya," tambah Guntur.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kompas sendiri belum memberikan pengumuman resmi apapun tentang gugatan ini, baik pencabutan naskah atau permintaan maaf. Kasus plagiarisme ini sendiri sebelumnya juga menimpa Kompas Minggu pada 2011 silam yang memuat cerpen berjudul 'Perempuan Tua dalam Rashomon' karya Dadang Ari Murtono (terbit pada 30 Januari 2011). Cerpen ini digugat karena memiliki kemiripan dengan cerpen berjudul 'Rashomon' karya Akutagawa Ryunosuke dan mengundang polemik di media sosial. (Pry)

Last modified on: 8 April 2016

    Baca Juga

  • Bagaimana Cara Tetanggamu Menceritakan Sesuatu Tentangmu


    Kau tahu bahwa setiap orang pasti membenci sesuatu. Tidak ada orang yang mencintai segala hal. Jika temanmu selalu terlihat bahagia dalam hidupnya, sering melempar senyum, bukan berarti ia bukan pembenci.…

     

  • Pesan Nenek Pendoa


    Semua orang di daerah Jakarta Utara memuji kemampuan Walikota baru. Menurut mereka, berkat kerja keras beliau memimpin daerah pinggir laut tersebut, Jakarta Utara sudah tidak mengalami banjir –yang bisa setinggi…

     

  • Seorang Pria yang Kehilangan Buku


    Saya pernah kepengin menulis cerita mengenai seseorang yang terlalu mencintai buku. Dia membaca buku dengan mendengarkan buku-buku itu bicara. Aku tidak tahu; tapi sepertinya ia memang begitu. Dia mampu mendengarkan…

     

  • A Room of One's Own: Ayu Utami


    Yang pertama akan menyambut kita bukanlah sang tuan rumah, melainkan sepasang anjing yang ribut menyalak dan mengendus-endus penasaran. Setelah itu baru muncul Ayu Utami, menyapa riang sambil berkata, "Kenalin, ini…

     

Browse More »

Telusuri juga Kanal Musik, Sastra, Politik, Sosial Budaya dan Seni