Testimoni (15)
Mungkin seperti ini yang dirasakan oleh Felix Dass ketika berusaha menggabungkan kembali Bangkutaman. Terus terang, sampai sekarang saya belum bisa percaya bahwa yang dilakukan oleh teman saya itu apakah benar dilandasi dengan maksud yang tulus. Seolah-olah, itu adalah manifestasi antara bersikap berlebihan dan menjadi teman (atau penggemar) yang baik. Tapi melihat kerja keras yang ia lakukan demi penampilan perdana reformasi Bangkutaman pada 2008, saya tahu itu ada sesuatu yang murni datang dari seorang Felix Dass, dan kerabatnya Satria Ramadhan.
Oleh Maria Ferrari, vokalis Stereomantic
Jatuh cinta pada pendengaran pertama. Kesan itu yang saya dapat ketika pertama kali mendengarkan "Hello, It’s Me" lewat media Spotify (yang sayangnya tidak bisa diakses di Indonesia). Kala itu saya sedang gandrung dengan musik-musik psychedelic rock yang akhirnya menyeret pendengaran saya untuk menyimak musik-musik progresif. Pemicunya jelas. Substansi psikoaktif yang punya efek dramatis halusinogenik, memicu lahirnya genre musik tersebut.
Oleh Anto "Antruefunk" Arief, seniman/musisi (vokalis/gitaris 70’s Orgasm Club)
Saya adalah fans Koes Plus yang hasratnya tidak tersalurkan begitu lamanya, karena kesulitan untuk mengenal Koes Plus secara utuh melalui teks. Untungnya saya baru-baru ini diselamatkan oleh sebuah blogspot khusus Koes Plus.

Oleh Rizky Sasono, Risky Summerbee & the Honeythief
Pada suatu masa saya tertarik sebuah sampul album bergambar seorang laki laki bertubuh jangkung bersama seorang perempuan mungil yang tampaknya berparas cantik.
Oleh Ricky Surya Virgana, musisi di White Shoes and The Couples Company, dan anggota Jakarta Chamber Orchestra
Hidup sebagai musisi adalah sebuah anugrah terbesar buat saya. Menjadi musisi profesional adalah sebuah hidup yang sangat saya impikan sejak dulu. Dan saya selalu ingin bisa bermain dengan semua musisi di berbagai genre yang berbeda .
Oleh Marcel Thee (vokalis Sajama Cut)
Tortoise – Millions Now Living Will Never Die
Album ini dirilis pada pertengahan era 90an, disaat grunge mulai menyusut dan genre yang disebut sebagai “post grunge” mulai mendominasi pasaran musik. Secara kontesktual, musik Tortoise terdengar sangat ganjil – khususnya bagi penggemar musik remaja saat itu, seperti saya sendiri. Tidak ada ketergantungan pada konvensi-konvesi tradisional dari aransemen lagu “pop” pada umumnya.

Pengantar Redaksi: Jakartabeat.net menyediakan rubrik "Album Paling Penting Menurut Saya" yang diperuntukkan bagi musisi dan pekerja musik.
Oleh Rezanov, vokalis GRIBS
Ketika kecil, dalam sebuah album saya dengar riff-riff gitar pada intro lagu “Polusi Kehidupan” milik Big Boys dan lagu “Prestasi” dari Andromedha yang kemudian tidak pernah saya lupa. Kedua lagu itu ada dalam album kompilasi Festival Rock Log Zhelebour, Festival Rock Indonesia ke V.
Sebagai musisi, perjalanan musikal adalah salah satu hal yang penting bagi saya. Dari pertama kali mendengarkan musik, sampai sekarang, entah berapa banyak lagu yang telah saya dengarkan. Dari lagu-lagu yang hanya selintas tertangkap telinga, sampai yang intens di indera pendengaran saya.
Bagi saya, bertemu dengan album paling penting bagi hidup ini seperti mendapatkan status tambatan hati. Meski sesuai antusiasme jiwa, namun situasional dan lika likunya nyeplak.
Musik 