Home Musik
Ulasan
Melancholic Bitch, Lirik Terbuka yang Menjerat PDF Print E-mail
Saturday, 14 August 2010 10:18

Oleh Ardi Wilda, mahasiswa Jurusan Komunikasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

 

 

Selama empat tahun tinggal di Jogja baru kali ini saya menyaksikan sebuah konser dengan puluhan penonton yang tak muat masuk ke venue. Mereka harus rela menonton di layar besar karena venue sudah overload untuk menampung para penonton. Malam itu (9/8/2010) di Rumah Budaya Tembi, Yogyakarta memang menjadi begitu spesial bagi beberapa orang yang aktif di scene musik lokal Jogja. Melancholic Bitch (Melbi) yang kerap disebut sebagai salah satu band cult di Jogja malam itu akan melepas vokalisnya selama setahun ke New York untuk keperluan studi. Ugoran Prasad, sang vokalis, akan melaksanakan studi mengenai kebudayaan selama dua semester, sebuah program yang juga sempat dilakoni oleh sastrawan Putu Wijaya beberapa tahun lalu. Begitu spesial kah band ini sampai puluhan orang rela menonton di layar besar karena kehabisan tempat? Bagi saya jawabnya iya.

 
Kisah Perburuan Vinyl: Jakarta dan Lainnya PDF Print E-mail
Tuesday, 10 August 2010 05:21

Oleh M. Taufiqurrahman, wartawan The Jakarta Post

 

Pada mulanya adalah vinyl. Cukup bisa dikatakan jika keberadaan –atau dengan bahasa asing raison d’etre— dari website Jakartabeat.net ini adalah karena kecintaan kami terutama terhadap musik. Kecintaan yang kemudian kami teruskan dengan upaya pencarian vinyl-vinyl klasik rock dan indie pop nan bermutu. Saya bukan fetishist yang suka mengumpulkan barang-barang tua. Hanya, secara umum sudah disepakati bahwa  kalau suara yang keluar dari piringan hitam jauh lebih hidup dan menggugah dan kami percaya sepenuhnya dengan legenda itu — dan perjalanan mengumpulkan musik dalam bentuk vinyl kemudian berubah menjadi aktivitas yang menyenangkan. Pembaca yang sudah bersama kami sejak awal tentu ingat bahwa kami memulai semuanya melalui blog (mohon maaf untuk plesetan yang belum tentu berarti bahwa kami menyukai band Europe) “It’s the vinyl countdown” di alamat http://berburuvinyl.wordpress.com. Perburuan itu sebagian besar terjadi di kota-kota besar dan kecil di Amerika Serikat, disela-sela waktu kuliah kami.

Last Updated on Tuesday, 10 August 2010 05:55
 
Kayon: Tamasya Indonesia via Etno-Jazz PDF Print E-mail
Sunday, 08 August 2010 05:32

Oleh Ciptadi Sukono, karyawan perusahaan swasta di Jakarta

 

Meski bisa juga menikmati Mahavisnu Orchestra yang garang , Miles Davies yang penuh penghayatan, maupun Michael Franks yang nge-pop, sebenarnya saya tidak pernah benar-benar mengerti Jazz. Ya, bagaimana mungkin saya bisa mengerti Indra Lesmana, saat ia memainkan melodica tiup-nya dalam salah satu konser Pra-Indra-Gilang (PIG), dua tahun yang lalu? Keotik dan serebral. Indra bermain seperti remaja yang sedang mutung dan menumpahkan berbulan-bulan kegelisahannya. Nada-nada berkebutan seperti kekacauan yang dilipatgandakan. He knew what he’s playing, I supposed?

 

Atau saat Nina Simone menyanyikan lagu-lagu sendu, bernada rendah. Musik, bisa juga menjadi demikian depresif. Rasanya seperti dilontarkan ke sebuah pojok pub remang-remang berselimut tebal asap rokok di sebuah kota tanpa harapan.

Last Updated on Sunday, 08 August 2010 05:45
 
La Peste, Sebuah Racikan Beracun Untuk Indonesia PDF Print E-mail
Friday, 06 August 2010 04:42

Oleh Ardi Wilda, mahasiswa jurusan Komunikasi Universitas Gadjah Mada

 

Setelah empat tahun berkarier Armada Racun mengeluarkan full album bertitel La Peste yang penuh dengan sentilan terhadap politik di negeri ini.

 

Armada Racun adalah band asal Yogyakarta yang terbentuk empat tahun lalu beranggotakan Freddy Hadiyanto (vocal-bass), Fuad Danar “Dani” Sucipto (rhytm bass) dan Nadya Hatta (keyboard). Band ini memainkan apa yang mereka namakan sebagai "red, rock, and poison". Tak seperti band kebanyakan di Indonesia yang menempatkan gitar sebagai sebuah elemen penting dalam instrumen musik mereka, Armada racun justru meniadakan instrumen gitar dalam musik yang mereka hadirkan. Sound dari dua bass yang menyalak ditambah sebuah sound keyboard yang manis namun menyanyat membawa pendengar dalam kondisi marah sekaligus pilu.

 

 

Last Updated on Friday, 06 August 2010 06:27
 
Empat Lagu Enam Bulan Pertama 2010 PDF Print E-mail
Tuesday, 27 July 2010 09:25

Oleh M. Taufiqurrahman, wartawan The Jakarta Post 

 

 

Terlalu banyak hal yang bisa membuat kita berputus asa di Jakarta. Presiden SBY yang seperti “missing in action” sejak kepergian Sri Mulyani Indrawati ke Washington, tidak ada satu orangpun yang membaca buku atau majalah “berat” di KRL. Namun cobaan yang paling berat adalah kenyataan bahwa kelompok musik masa lalu dari North Carolina FireHouse manggung di delapan kota Indonesia untuk kesekian kalinya (yang sedikit akan tertebus dengan kemungkinan datangnya Belle & Sebastian di Jakarta--saya sudah membeli dua tiket untuk pertunjukan ini). Namun di tengah semua perkara berat itu, untunglah saya masih memiliki obat penawar dari semua cobaan itu. Empat hal tersebut ada di empat lagu di bawah ini:

Last Updated on Saturday, 31 July 2010 21:40
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 4 of 17
Banner
Banner
Make sure you have at least Flash Player 7. If not,please download.
Banner

Who's Online

We have 10 guests online

Follow Us On

Facebook Page: jakartabeat.net Twitter: jakartabeat