Fri05182012

Last update09:41:18 PM

  | Advanced Search
Back Home Idea Kanal Idea Buku

Buku (49)

23 Apr 2012
by Herry Sutresna - 
Published in Buku

“How can we trust the government who bow down to corporations and their nature of business”
– Immortal Technique


Resensi Buku
Judul: Kehausan di Ladang Air; Pencurian Air di Kota Bandung dan Hak Warga yang Terabaikan
Penulis: Zaky Yamani
Penerbit: independen, dengan kerja sama berbagai pihak
Tahun: 2012

“Lalu bagaimana saya bisa menulis tiga bab tentang kesulitan air bersih yang dialami warga Kota Bandung jika pemerintah mengklaim seratus persen dari 2.374.198 jiwa penduduk kota ini telah mendapat akses air bersih? Hanya ada dua kemungkinan jawaban untuk pertanyaan itu apakah saya berbohong kepada Anda dengan mengarang cerita yang tidak pernah terjadi. Atau, Pemerintah Kota Bandung yang telah melakukan pembohongan publik dengan mengaburkan fakta sebenarnya.”

24 Dec 2011
by Taufiq Rahman - 
Published in Buku

Menyusun daftar buku terbaik dari tahun 2011—atau tahun kapanpun—mungkin pekerjaan yang hampir mustahil, bahkan bagi mereka yang secara profesional bekerja sebagai kritikus literatur. Masalahnya jelas, terlalu banyak buku dan terlalu sedikit waktu. Atau mungkin juga karena terlalu banyak juga buku bagus yang tidak banyak di tulis oleh media arus utama dan beredar secara siluman dari tangan ke tangan dengan metode print on demand atau hanya dicetak dalam bentuk file PDF. Godaan menjadi pengikut arus utama ini sangat kuat.

Awal tahun ini saya membeli A Visit from the Goon Squad, setelah tahu kalau buku Jennifer Egan ini memenangkan Pulitzer dan menjadi nomer satu di daftar New York Times. Saya berhenti di halaman 10 karena prosa yang meliuk-liuk dan terlalu impresionistik. Demikian pula dengan buku Walter Isaacson tentang Steve Jobs yang menjadi salah satu buku paling laris tahun ini. Jika saja buku itu tidak banyak bercerita tentang banyak detail kehidupan Steve Jobs, saya tentu akan malas membacanya karena prosanya yang sangat biasa dan sangat jurnalistik itu.

Dan oleh karena itu, daftar buku yang saya tulis di bawah ini bukanlah buku yang paling baik, namun buku yang memiliki kontribusi penting untuk memperkaya pengalaman intelektual saya selama tahun 2011. Dan jika yang masuk hanya enam, itu karena memang tidak terlalu banyak juga buku yang saya baca tahun ini.

03 Nov 2011
by Taufiq Rahman - 
Published in Buku

Bahkan untuk seseorang penyuka produk-produk Apple (saya tidak akan bilang saya memakai gadget yang mana saja), saya tetap tidak mengerti kenapa pendiri Apple dan CEO terakhir sebelum Tim Cook, almarhum Steve Jobs ini bisa dipuja-puja, didewa-dewakan, sampai dianggap santo yang sama dengan Albert Einstein atau Thomas Alfa Edison. OK, saya mengerti bahwa Steve mampu menggabungkan teknologi dengan seni atau estetika dalam bentuknya yang paling sempurna.

Namun kalaupun Apple tidak melakukannya, orang lain juga—seiring dengan kemajuan peradaban, tentu akan bisa menciptakan iPad, iPod atau iPhone dalam bentuknya yang lain. Mungkin Steve mampu membawa kembali definisi “personal” ke dalam personal computing melalui seri komputer desktop dan laptop Mac series yang memang menawan itu, namun saya pikir IBM dan Dell kemudian mampu melakukannya malah dengan harga yang sangat murah bahkan—sedangkan Mac tetap mahal sampai sekarang.

Dan buku biografi resmi tulisan Walter Isaacson yang terbit akhir Oktober lalu berjudul Steve Jobs: The Exclusive Biography semakin membuat saya melihat Steve Jobs sebagai mere mortal, dan ini lebih sering untuk konotasi yang tidak terlalu baik.

Mungkin 40 persen dari buku (setebal 920 halaman dalam versi e-book yang saya punya) dihabiskan untuk menceritakan detail bagaimana Steve Jobs, berkonspirasi, bertengkar, berkonfrontasi, beradu otak dan lebih sering juga bertukar kata-kata kotor, dengan semua pesaing —serta semua orang lain yang dia anggap tidak cukup kompeten yang hampir dia sebut sebagai “bozo” atau orang bodoh, dan orang-orang ini termasuk Bill Gates, pendiri Microsoft yang dia hina sebagai orang dengan selera seni yang buruk dan copycat, CEO Apple yang kemudian dia ganti Gil Amelio, bahkan rekan pendiri Apple Corp —Steve Wozniak yang mundur dari Apple sebagai pegawai rendahan karena tidak mampu lagi menghadapi tantrum Steve Jobs. Bahkan setelah mundur pun Jobs masih kejam terhadap “Woz” dengan menghentikan proses produksi sebuah remote control televisi universal punya Wozniak yang oleh Jobs dianggap membawa teknologi Apple.

01 Aug 2011
Published in Buku

Konser music rock and roll biasanya menjadi arena pemupukkan untuk pemujaan bagi rock star yang menggelar konser. Dengan bantuan sound sytem ribuan watt, juga dengan lampu dan laser berkelebatan, pengalaman menonton konser berfungsi lebih banyak untuk meningkatkan kadar pemujaan pada sang rock star.

06 Jul 2011
by Donny Anggoro - 
Published in Buku

Istilah “Seniman Senen” mungkin di zaman sekarang tak populer kendati sejak pertengahan 2000-an hingga kini muncul beberapa seniman Jakarta yang membentuk komunitas “Planet Senen”. Wajarlah, karena kumpulan seniman di daerah Pasar Senen Jakarta yang populer pada tahun 1950-an sudah lama bubar. Konon, Senen sempat ingin dijadikan pusat kegiatan seniman seperti TIM oleh Gubernur DKI Ali Sadikin.

Kumpulan “Seniman Senen” pada masanya telah banyak melahirkan seniman besar. Diantaranya adalah aktor senior Soekarno M. Noor, ayah Rano Karno; sutradara top Syumandjaya, penulis cerita anak Sukanto S.A, aktor Menzano dan juga penyair besar Chairil Anwar. Bahkan Harmoko sebelum menjadi Menteri Penerangan dulu dikenal sebagai penulis dan penggambar karikatur terkenal yang sering nongkrong di Senen sebelum ia mendirikan koran metropolitan “Pos Kota” pada awal 1970-an.

21 Jun 2011
by Herry Sutresna - 
Published in Buku

Awalnya saya pikir seri buku 33 1/3 rilisan Continuum Books hanya sekumpulan fakta album yang disusun seperti ensiklopedi. Agak wajar mengingat seri buku ini berbentuk buku saku, kecil dan ringkas. Setiap judul bukunya sama dengan judul album yang diulas. Misalnya: 33 1/3: Loveless mengupas album landmark milik My Bloody Valentine. 33 1/3: Pretty Hate Machine mengulas album pertama Nine Inch Nails.

14 Jun 2011
by Taufiq Rahman - 
Published in Buku

Terus terang, saya bukan pembaca yang rajin untuk literatur budaya populer Indonesia mutakhir. Beberapa karya terakhir yang saya baca tentang overview mutakhir musik populer di Indonesia adalah buku karya Ariel Heryanto, dan David Hill bersama Krishna Sen. Dalam tulisan-tulisan tersebut, pembahasan musik populer hanya menjadi sub-bagian dari keseluruhan buku dan tidak banyak juga yang berbicara tentang musik pop.

03 Jun 2011
by Yus Ariyanto - 
Published in Buku

Sejak awal, Kuta telah dihuni beragam suku. Mereka tiba dari Jawa, bersama tentara Majapahit yang dipimpin Gajah Mada pada 1334 yang  berperan penting dalam membangun daerah tersebut.

26 May 2011
by Idhar Resmadi - 
Published in Buku

Tak banyak buku yang secara khusus menyajikan perjalanan tur dari sebuah atau beberapa musisi dan menceritakan perjalanan mereka secara personal.

17 May 2011
by Nuran Wibisono - 
Published in Buku

Ketika perjalanan menjadi suatu tren, maka perayaan kemanusiaan di dalamnya usai sudah. Sebuah perjalanan tidak lagi menjadi pengelanaan ataupun pengembaraan yang kaya akan nilai-nilai. Yang ada hanya sebatas berpergian dengan budget terbatas, tidur di hostel murah,  berfoto di tempat touristy, lantas unggahlah gambar itu di situs jejaring sosial. Voila, anda berhak menggambarkan diri sebagai seorang backpacker.

Tren perjalanan itu merupa pada buku-buku traveling yang sekarang banyak bermunculan. Mulai beberapa buku best seller yang bercerita mengenai pengalaman unik ketika berpergian, hingga buku-buku perjalanan yang memberikan tips-tips berpergian ala budget traveler.

Page 1 of 5