Home Buku
Resensi
Mereka Dari Ngruki PDF Print E-mail
Sunday, 29 August 2010 16:23

Oleh Yus Ariyanto, redaktur Liputan6.com

 

Temanku, Teroris?: Saat Dua Santri Ngruki Menempuh Jalan Berbeda

Penulis: Noor Huda Ismail

Penerbit: Hikmah, Juli 2010,

xxviii + 386 halaman

 

 

 

Pada 1990, Utomo Pamungkas alias Fadlullah Hasan berangkat ke Pakistan. Niat awalnya adalah mendalami ilmu agama Islam. Setelah tiba di Peshawar, hasrat menimba ilmu agama tak lagi mekar.

Situasi memanas di Afghanistan, tetangga Pakistan. Di sana, sejak 1979, tentara Uni Soviet masuk. Tapi, mereka menghadapi perlawanan sengit dari kaum Mujahiddin. Itu semua menjadi bahan obrolan di mana-mana, termasuk di kedai kopi.

 
Malcolm Gladwell yang Penasaran PDF Print E-mail
Sunday, 22 August 2010 23:00

 

Oleh Anwar Holid, penulis lepas

 

What the Dog Saw, dan Petualangan-Petualangan Lainnya

Judul asli: What the Dog Saw and Other Adventures

Penulis: Malcolm Gladwell

Penerjemah: Zia Anshor

Penerbit: GPU, 2010

Tebal: 480 hal.; Ukuran: 13.5 x 20 cm

 

 

"Keingintahuan mengenai apa yang ada di balik pekerjaan harian orang lain adalah salah satu dorongan paling mendasar pada manusia, dan dorongan itulah yang menyebabkan buku yang sekarang Anda pegang ini ditulis," demikian kata Malcolm Gladwell di pengantar What the Dog Saw (GPU, 2010, 461 hal.) Dia terus memelihara dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap sembilan belas macam kepenasaran dengan matang. Rata-rata menghasilkan esai yang sangat panjang untuk ukuran artikel bernada investigatif demi mengorek suatu subjek, kemudian menuliskannya dengan sangat lincah dan menggigit. Semua pembaca buku Gladwell sudah tahu betapa kuat ciri khas tulisannya, dan betapa tulisan itu membuat ketagihan.

 

Last Updated on Sunday, 22 August 2010 23:08
 
Horor Indonesia di Mata Wartawan Asing PDF Print E-mail
Thursday, 19 August 2010 04:44

Oleh Hendi Johari, peneliti dan penulis lepas

 

Judul: Zaman Edan, Indonesia di Ambang Kekacauan

Penulis: Richard Llyod Parry

Penerbit: Serambi,Jakarta

Jumlah halaman: 451

 

 

 

Bagaimana seorang jurnalis Inggris melihat Indonesia dengan segala kegilaannya di ujung kekuasaan Orde Baru?

 

Minggu,21 Maret 1999. Senja baru saja mengunjungi pinggiran kota Sambas saat seorang bule jangkung tergagap-saat ditawari sepotong daging setengah matang oleh seorang prajurit Melayu. Daging berwarna kelabu itu berasal dari tubuh seorang Madura yang baru beberapa jam lalu berhasil mereka tembak dengan sebilah senapan buru. “Katakan kepadanya tidak, saya tidak mau itu,”katanya kepada Budi, sopir sekaligus penerjemahnya.

Budi lantas berbicara kepada lelaki Melayu itu. Demi mendengar penjelasan tersebut, alih-alih menghentikan aksinya, sang prajurit itu malah tergelak sembari secara demonstratif menjejalkan potongan daging manusia itu ke mulutnya. “Enak.Serasa daging ayam,”serunya.

Last Updated on Tuesday, 24 August 2010 11:26
 
Dari Komandan Korporat Menjadi Pahlawan Komik: Kisah Tentang Jean Van Hamme Print E-mail
Tuesday, 06 July 2010 03:09

Oleh Ciptadi Sukono, karyawan perusahaan swasta di Jakarta

 

Kebanyakan teman-teman yang bekerja di lingkungan perusahaan multinasional, tentu memiliki pahlawan dari dunia bisnis. Yaitu orang-orang yang mengilhami sisi profesional mereka. Salah satu mantan boss saya, misalnya, sangat menggemari Lee Iacocca, bekas CEO Chrsyler, untuk pandangan-pandangan nyentrik-nya tentang manajemen perusahaan raksasa. Iacocca sempat berhasil membawa Chrysler bangkit kembali dari ancaman kebangkrutan, meski momentum ini tak berusia amat lama.

 
Herge dan Perayaan Kebadungan dalam Komik Quick dan Flupke Print E-mail
Thursday, 17 June 2010 03:23

Oleh Ciptadi Sukono, karyawan perusahaan swasta di Jakarta

 

Beberapa waktu yang lalu, berkunjung ke sebuah jaringan toko buku, tak sengaja saya menemukan setumpuk ‘harta karun’. Yang saya temukan adalah edisi Inggris sepuluh album Quick Et Flupke karya Herge, komikus Belgia pencipta seri petualangan Tintin.Quick dan Flupke adalah koleksi yang unik.

 

Berbeda dengan Tintin yang telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa, seri ini memerlukan waktu lebih dari lima puluh tahun, sebelum diterjemahkan secara penuh dalam Bahasa Inggris. Selain langka, kumpulan album ini dapat membawa pecinta komik menjalani tamasya waktu menuju masa-masa awal pembentukan teknik ilustrasi ‘le ligne claire’ (clear line), yang kelak menjadi signature Herge, dan menginspirasi ratusan komikus dari generasi berikutnya.

 

 

Last Updated on Thursday, 17 June 2010 03:43
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>

Page 1 of 5
Banner
Banner
Make sure you have at least Flash Player 7. If not,please download.
Banner

Who's Online

We have 13 guests online

Follow Us On

Facebook Page: jakartabeat.net Twitter: jakartabeat