Home
jakartabeat.net
Widjodjo Nitisastro, Mafia Berkeley dan Restorasi Ekonomi Indonesia (Bagian 2 dari 2 Tulisan) Print E-mail
Monday, 08 March 2010 08:05

Oleh Antonius Made Tony Supriatma, mahasiswa Cornell University

 

Tidak berbeda dengan satu abad sebelumnya, para teknokrat ini pun segera membuka lebar-lebar pintu investasi untuk penanaman modal asing. Ada alasan yang cukup kuat untuk itu. Untuk menciptakan kekuatan modal dalam negeri, investasi asing menjadi sangat penting. Entah karena kebetulan atau tidak, kontrak-kontrak karya pertambangan generasi pertama sebagian besar menguntungkan Amerika dan negara-negara Barat sekutunya. Melihat segala macam ko-insidensi ini, maka sulit bagi orang untuk tidak menghubungkan keberadaan para teknokrat ini dengan kelanjutan kepentingan Amerika dan para sekutunya. Kontrak karya dengan Freeport di Papua, misalnya, dibuat dengan sangat ‘generous.’ Ini juga tidak menghilangkan kesan bahwa kontrak karya tersebut adalah ‘hadiah’ untuk Amerika atas sikapnya yang ‘menutup mata’ terhadap Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang sangat manipulatif itu [Hal yang sama juga terjadi dengan Timor-Timur tahun 1975].


Last Updated on Tuesday, 09 March 2010 05:27
 
Widjojo Nitisastro, Mafia Berkeley dan Restorasi Ekonomi Indonesia (Bagian 1 dari 2 tulisan) Print E-mail
Saturday, 06 March 2010 11:12

Oleh Antonius Made Tony Supriatma, mahasiswa Cornell University

 

Sekitar awal tahun 1970.  Entah mengapa periode itu yang mampir dalam ingatan saya. Saya masih lima tahunan  ketika itu. Tapi saya ingat pesawat terbang capung meraung-raung di atas sawah di kampung. Tubuhnya menyemprotkan awan putih. Anak-anak bersorak gembira melihat sesuatu yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya. Orang-orang tua keluar dan menatap lega. Kakek saya adalah salah satu diantaranya.

Last Updated on Tuesday, 09 March 2010 05:28
 
Musik Candu dari Explosions in the Sky Print E-mail
Tuesday, 02 March 2010 11:33

Oleh M. Taufiqurrahman, wartawan The Jakarta Post

 

Kali ini saya akan berbicara tentang musik tanpa kata-kata. Entah kenapa kata-kata akhir-akhir ini membuat saya kecewa. Saya tidak mengikuti riuh rendah dan hiruk pikuk Pansus Century memang, namun terdapat keramaian yang lebih memekakkan telinga di Facebook, di Twitter, di blog-blog serta di Internet. Melalui sarana tersebut semua orang seperti berebut kesempatan untuk lebih banyak minta di dengar dan — mengutip Roger Cohen dari koran New York Times — kita telah menjadi anggota Narcissus Society yang mengutuk kita untuk kehilangan keterampilan dalam hal menjadi pendengar yang baik.

 

Last Updated on Tuesday, 02 March 2010 16:45
 
Permission to Land: Album Penyelamat Rock N Roll Print E-mail
Thursday, 04 March 2010 21:21

Oleh Nuran Wibisono, mahasiswa Sastra Inggris Universitas Jember Jawa Timur

 

Kapan terakhir kali anda melihat ada sebuah band keren dengan anggota bersaudara? Saya masih menganggap The Black Crowes adalah generasi terakhir band keren dengan anggota bersaudara. Oasis? Mereka lebih banyak membual dan bertengkar ketimbang bermain musik dengan benar setelah album terbaik mereka (What’s The Story) Morning Glory. Jonas Brother? Ayolah, jangan membuat saya tertawa.

Tapi pada tahun 2003, siapa sangka di tengah gemuruh musik aneh bertajuk pop punk, ada sebuah band ugal-ugalan muncul, dengan attitude rock n roll, dan suara gitar yang padat meraung. Vokalis dan gitaris mereka ternyata bersaudara.

 
Golkar, Koalisi, dan Politik Kita Setelah Kasus Century Print E-mail
Friday, 26 February 2010 22:52

Oleh Philips Vermonte, peneliti CSIS dan pendiri Jakartabeat.net

 

Telah sering dikutip pandangan ahli politik Scott Mainwaring yang mengatakan bahwa sistem presidensial tidak kompatibel dengan sistem multipartai. Sistem presidensial akan berjalan baik dalam sistem dua partai atau sistem dengan jumlah partai sedikit. Beberapa orang pernah memberi counter argument kepada Mainwaring, antara lain dengan merujuk Indonesia pasca pemilu 2004. Ketika itu, Presiden SBY dengan  kursi partai Demokrat yang hanya 57 kursi, berhasil "menaklukan" partai-partai politik dengan membentuk koalisi gemuk.

 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3
Banner
Banner
Make sure you have at least Flash Player 7. If not,please download.
Banner

Who's Online

We have 10 guests online

Follow Us On

Facebook Group: 50072354705 Twitter: jakartabeat